BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Kebijakan Fiskal Pro-Masyarakat, Efek Domino ke Industri Bata Ringan dan Properti

Adelia Syafitri - Senin, 03 November 2025 17:46 WIB
Kebijakan Fiskal Pro-Masyarakat, Efek Domino ke Industri Bata Ringan dan Properti
Sejumlah maket perumahan saat pameran Indonesia di Senayan, Jakarta. (Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kebijakan insentif fiskal dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) hingga tahun 2027 untuk 350 ribu unit rumah subsidi mendapat sambutan positif dari pelaku industri properti dan bahan bangunan.

Langkah ini dinilai menjadi katalis penting dalam menggairahkan sektor properti nasional sekaligus mendorong tumbuhnya industri turunannya, terutama yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

"Beberapa kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan properti dengan sasaran rakyat kecil, jika berjalan konsisten, akan memberikan dampak langsung bagi industri bahan bangunan, khususnya industri bata ringan," ujar Direktur Keuangan PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), Andrew, kepada CNBC Indonesia, Senin (3/11/2025).

Baca Juga:

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah melalui PPNDTP dan program rumah subsidi dapat menjadi katalis penting bagi industri bahan bangunan pada tahun depan.

Meski begitu, Andrew mengingatkan bahwa faktor cuaca dan pola pembangunan yang melambat di musim hujan perlu diwaspadai.

"Di tahun 2026, khususnya semester I, diharapkan akan lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Secara year on year, optimisme kami tinggi untuk meraih kinerja yang lebih baik," tambahnya.

BLES, sebagai produsen bata ringan dengan merek Blesscon dan Superiore Block, mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp1,07 triliun hingga Kuartal III-2025, tumbuh 3,92% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih perusahaan juga melonjak signifikan menjadi Rp48,8 miliar, naik tajam dari Rp8,1 miliar pada Kuartal II-2025.

Dari sisi volume, penjualan bata ringan naik 23,05% berkat perluasan jaringan distribusi serta mulai pulihnya sektor properti dan infrastruktur nasional.

Andrew menilai, efek dari program PPNDTP dan pembangunan 350 ribu rumah subsidi akan semakin kuat jika dioptimalkan secara berkelanjutan.

"Ini kebijakan pro-rakyat yang akan memberi dampak positif jangka panjang. Masyarakat akan lebih terdorong untuk memiliki hunian, dan itu otomatis meningkatkan permintaan bahan bangunan, termasuk bata ringan," ungkapnya.

Meski demikian, Andrew menilai kebijakan tersebut masih perlu diperluas untuk menutup kekurangan pasokan rumah nasional yang semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda.

"Menginjak tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kami berharap arah kebijakan pemerintah semakin jelas dan fokus pada strategi pro-rakyat serta pro-ekonomi. Langkah itu akan memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat," tutupnya.*

(cb/M/006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gerakan Pemuda Al-Washliyah Dukung ‘Operasi Hantu Misinvoicing’ Menkeu Purbaya: Perang Melawan Kolonialisme Ekonomi Modern!
Menkeu Purbaya Minta Hotman Paris Sabar Hadapi Turunnya Bunga Deposito Bank
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru