Konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) ditunjuk sebagai pemenang lelang pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena segmen Mamberamo-Elelim di Provinsi Papua Pegunungan.(Foto: Dok. Hutama Karya)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) atau HK resmi memperoleh proyek pembangunan Jalan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Wanam–Muting Segmen II di Provinsi Papua Selatan sepanjang 80,5 kilometer.
Proyek strategis nasional senilai Rp4,8 triliun ini mencakup pembangunan jalan utama dan tiga jembatan baja yang masing-masing memiliki panjang 80 meter, 100 meter, dan 300 meter. Pembangunan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2027.
Dalam pelaksanaan proyek tersebut, Hutama Karya membentuk Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT Nindya Karya, PT Batulicin Beton Asphalt, dan PT Modern Widya Tehnical.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar menjelaskan, proyek Jalan KSPP Wanam–Muting merupakan bagian dari program berkelanjutan pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan air nasional.
"Keberhasilan proyek ini bergantung pada sinergi seluruh pihak pelaksana yang diharapkan dapat fokus pada mutu, keselamatan kerja, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar membawa manfaat ekonomi nyata bagi Papua Selatan," ujar Roy.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengatakan pembangunan JalanKSPP Wanam–Muting memiliki tantangan besar karena kondisi geografis Papua Selatan yang kompleks.
"Wilayah ini memiliki curah hujan tinggi, akses logistik terbatas, serta kondisi tanah gambut dan rawa musiman. Karena itu, kami telah menyiapkan strategi teknis, termasuk rekayasa engineering komprehensif dan metode konstruksi adaptif," ujarnya.
Menurut Mardiansyah, proyek ini akan menjadi fondasi utama pengembangan kawasan produksi pangan nasional serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Papua Selatan.
Jalan sepanjang 80,5 km ini akan menjadi jalur utama penghubung kawasan pertanian dengan pusat distribusi dan pelabuhan, mempercepat akses pasar serta menekan biaya logistik di kawasan timur Indonesia.
Selain membuka keterisolasian wilayah, proyek KSPP juga diarahkan untuk mengoptimalkan lahan-lahan tidur dan hutan sekunder menjadi lahan pertanian produktif.
"Kawasan ini nantinya akan didukung oleh infrastruktur pertanian modern seperti jaringan irigasi dan fasilitas pendukung lainnya, guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian," kata Mardiansyah.
Hutama Karya optimistis proyek ini akan selesai tepat waktu dan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.*