Pesan tersebut disampaikannya saat meresmikan program Kampung Internet di Desa Sribit dan Tlogotirto, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (5/11/2025).
"Ketika internet masuk ke desa-desa seperti Sribit dan Tlogotirto, kami titipkan kepada kepala daerah, dari tingkat Kades hingga Bupati, agar dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sektor utama di daerah," ujar Meutya.
Ia menegaskan, internet harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan UMKM yang menjadi penggerak ekonomi lokal.
"Kalau di sini sektor pangan, kita dorong pemanfaatan internet untuk pertanian. UMKM juga didukung agar koneksi internet tidak digunakan untuk hal-hal negatif," lanjutnya.
Program Kampung Internet di Sragen merupakan bagian dari perluasan jaringan digital nasional. Sebanyak 87 titik baru diresmikan di kabupaten tersebut, melengkapi 1.194 titik yang sudah terpasang sebelumnya di lima provinsi.
Dengan koneksi baru, kecepatan internet di desa naik menjadi 25 Mbps dari sebelumnya 10 Mbps.
Selain meningkatkan konektivitas, digitalisasi ekonomi desa juga semakin kuat. Transaksi nontunai berbasis QRIS kini meluas di kalangan warga.
Meutya menyebut, sekitar 35% warga Desa Sribit sudah aktif menggunakan QRIS, termasuk pedagang pasar, penjual hasil tani, pengrajin, dan pelaku usaha rumahan. Rasio pengguna aktif QRIS di Sragen kini menembus 250 ribu orang.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyambut baik program ini, terutama bagi anak muda. Ia menyebut, dari 61 desa miskin di Sragen, 22 desa kini telah menikmati akses internet gratis.
"Anak muda di desa mengatakan internet gratis ini membuat desa mereka lebih maju. Mereka bisa berkumpul dan memanfaatkan fasilitas ini tanpa harus membeli pulsa," kata Sigit.
Program Kampung Internet di Sragen diharapkan dapat mempercepat pemerataan ekonomi digital hingga ke pelosok desa, sekaligus mendorong generasi muda menggunakan internet untuk kegiatan produktif.*