Nuriati Resmi Pimpin SMAN 7 Banda Aceh, Dilantik Langsung Gubernur Aceh
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, resmi melantik Nuriati sebagai Kepala SMA Negeri (SMAN) 7 Banda Aceh dalam agenda pelantikan r
PENDIDIKAN
JAKARTA, — Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Laksda TNI Purn. Soleman B. Ponto, menilai Ombudsman Republik Indonesia (ORI) kini berada pada titik paling rentan sejak lembaga itu berdiri.
Menurutnya, pengawasan pelayanan publik yang semestinya menjadi benteng terakhir keadilan administratif kini "tumpul di atas dan tak bertaji di bawah."
Dalam pernyataannya, Ponto menekankan bahwa Ombudsman harus diperkuat, bukan hanya melalui regulasi, tetapi terutama melalui figur yang tepat, berintegritas, dan memahami arsitektur pengawasan secara holistik.Baca Juga:
"Ombudsman bukan hanya lembaga penerima laporan. Ia harus menjadi pengawas efektif yang mampu mengurai penyimpangan administrasi dari pusat sampai daerah. Saat ini pengawasannya sering tidak mampu menembus birokrasi yang keras kepala," ujar Ponto.Ponto menambahkan, tantangan Ombudsman modern jauh lebih kompleks, mulai dari digitalisasi pelayanan, konflik kepentingan dalam birokrasi, hingga resistensi kementerian atau lembaga terhadap rekomendasi ORI.
"Karena masalah semakin rumit, lembaganya butuh sosok baru yang bukan hanya paham hukum administratif, tetapi juga punya jam terbang intelijen, investigasi, dan keberanian moral," tegasnya.Menurut Ponto, hanya sedikit figur nasional yang memenuhi syarat ideal untuk memperkuat Ombudsman.
Salah satu kandidat yang potensial adalah pejabat senior Kejaksaan dengan rekam jejak integritas, penguasaan multidisiplin mulai dari intelijen, hukum, kebijakan publik, investigasi, audit forensik, hingga tata kelola pemerintahan. Figur ini dikenal sebagai pembela ASN dari tindakan sewenang-wenang dan sering menulis terkait kebijakan publik.
"Ombudsman butuh figur yang cerdas secara akademik, mampu membaca situasi lapangan, mengelola informasi, dan mengambil keputusan berani tanpa bias politik maupun kepentingan sempit," lanjut Ponto.Ponto menyoroti lemahnya implementasi rekomendasi Ombudsman saat ini, yang sering diabaikan baik oleh pemerintah daerah, kementerian, maupun BUMN.
Kelemahan ini muncul karena minimnya ketegasan struktur kepemimpinan, keterbatasan kemampuan investigatif teknis, kurangnya perspektif intelijen, dan tidak adanya figur perekat yang dihormati lintas sektor.
Kritik Ponto mencerminkan kegelisahan publik yang menginginkan lembaga pengawas pelayanan publik itu kembali memiliki taring.Menurutnya, Ombudsman membutuhkan figur yang mampu mengangkat martabat lembaga sekaligus menetapkan standar baru dalam pengawasan pelayanan negara.*(dh)
Baca Juga:
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, resmi melantik Nuriati sebagai Kepala SMA Negeri (SMAN) 7 Banda Aceh dalam agenda pelantikan r
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan pemeriksaan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febr
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gr
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menjal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka kemungkinan melakukan upaya jemput paksa terhadap mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan programprogram strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subiant
NASIONAL
MEDAN Forum Wartawan Pemerintah Provinsi (FWP) Sumatera Utara (Sumut) bersama Konsulat Jenderal (Konjen) India Medan menjalin silaturahm
PEMERINTAHAN
BATU BARA Dalam rangka melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke129 Tahun
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menanggapi keputusan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupate
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dievaluasi secara berkal
NASIONAL