Wakil Bupati Asahan Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah, Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Kemandirian
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah keXXX Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Asahan, S
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum, mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengeluarkan ultimatum nasional terkait penanganan bencana banjir besar yang melanda Aceh.
Menurutnya, situasi darurat di Aceh saat ini sudah mencapai tahap krisis kemanusiaan dan membutuhkan respons luar biasa dari pemerintah pusat.
"Presiden harus memerintahkan seluruh menteri untuk turun langsung ke Aceh, bukan hanya mengirim bantuan administratif. Ini adalah darurat kemanusiaan. Masyarakat sudah kelelahan, banyak daerah masih terisolir, dan distribusi bantuan belum berjalan maksimal," ujar Malik Musa di Banda Aceh, Sabtu (6/12/2025).Baca Juga:
Malik menegaskan bahwa lambannya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat memperparah kondisi di lapangan.
Ia mengungkapkan bahwa penanganan bencana di Aceh tidak cukup hanya dengan pendekatan administratif biasa, melainkan memerlukan intervensi langsung pemerintah pusat, yang melibatkan komando terpadu, distribusi logistik besar-besaran, serta pengerahan TNI-Polri dan lembaga kemanusiaan lintas sektor.
"Jika Presiden tidak segera mengeluarkan ultimatum, daerah-daerah yang terisolir akan semakin terpuruk. Kami di Muhammadiyah sudah membuka lebih dari 20 posko dan tetap bergerak di tengah segala keterbatasan. Namun, ini butuh sistem nasional, bukan hanya kerja lokal," tambahnya.
Malik juga menyoroti pentingnya penetapan status darurat nasional, yang akan memungkinkan lembaga internasional untuk turut serta dalam upaya kemanusiaan tanpa hambatan birokrasi.
"Negara-negara sahabat dan NGO internasional siap membantu, tetapi akses mereka terhalang karena belum ada deklarasi darurat nasional. Ini harus segera diubah. Dalam bencana, tidak ada batas negara untuk kemanusiaan," ujar Malik dengan nada prihatin.
PWM Aceh, lanjut Malik, akan terus menggerakkan jaringan Muhammadiyah di seluruh Aceh untuk memberikan layanan medis, bantuan sosial, dan pendidikan darurat bagi masyarakat terdampak. Ia menekankan bahwa Aceh tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian.
"Aceh sedang menghadapi ujian kemanusiaan besar, dan negara harus hadir untuk memastikan pemulihan yang cepat. Jika pemerintah pusat lambat merespons, pemulihan Aceh akan berjalan sangat lama," pungkasnya.*
(dh)
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah keXXX Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Asahan, S
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan Rancangan UndangUndang (RUU) Pengasuh
NASIONAL
JAKARTA Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menguat pada Senin (27/4
POLITIK
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bergerak cepat melakukan koordinasi intensif untuk membebaskan empat warga negara Indonesia (WN
INTERNASIONAL
JAKARTA Seorang prajurit TNI kembali dilaporkan gugur dalam misi perdamaian Perserikatan BangsaBangsa (PBB) di Lebanon. Insiden tersebut
INTERNASIONAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan pada Senin (27/4/2026) terpantau masih berada pada level tinggi. Cabai rawit merah tercatat menjad
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan aturan baru terkait pengurusan piutang negara yang memungkinkan neg
EKONOMI
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju yang digelar di Hotel Raffles J
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) menindak tegas oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang terbukti maupun terindikasi mela
PEMERINTAHAN
BEKASI Tri Wibowo (54), korban penyiraman air keras di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meninggal
HUKUM DAN KRIMINAL