Relawan Prabowo-Gibran Dukung Rismon Sianipar Akui Keaslian Ijazah Jokowi: Itu Kebenaran
JAKARTA Wakil Ketua Umum BRN Relawan PrabowoGibran, Ade Darmawan, menyatakan dukungannya terhadap langkah Rismon Sianipar yang mengakui
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA, — Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama, menanggapi kritik keras dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengancam akan membekukan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) jika tidak segera memperbaiki kinerjanya.
Djaka mengakui adanya masalah dalam citra institusinya, terutama terkait tudingan sebagai sarang pungutan liar (pungli), dan berjanji akan segera melakukan pembenahan.
Menurut Djaka, langkah pertama yang akan diambil untuk meningkatkan kinerja Bea Cukai adalah dengan fokus pada perbaikan sumber daya manusia (SDM) di lingkup institusinya.Baca Juga:
Djaka menyatakan bahwa dia akan berupaya keras untuk menghilangkan citra negatif yang selama ini melekat pada Bea Cukai, terutama terkait dengan pungli yang kerap dikaitkan dengan instansi ini.
"Mulai dari SDM-nya, dari alat peralatannya, hingga citra masyarakat yang menyebut Bea Cukai sebagai sarang pungli. Semua itu akan kami benahi, sedikit demi sedikit," ujar Djaka dengan tegas saat ditemui di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Bea Cukai harus segera memperbaiki kinerjanya, atau menghadapi risiko dibekukan.
Purbaya mengungkapkan bahwa selama ini banyak laporan terkait dugaan pungutan liar di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh Bea Cukai.
Dia juga memberikan waktu selama satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menilai kinerja Bea Cukai dan meminta agar instansi tersebut benar-benar memperbaiki kualitas pelayanannya.
"Kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki performanya, kita akan bekukan. Artinya, 16.000 pegawai Bea Cukai akan dirumahkan. Tapi saya meminta waktu satu tahun kepada Presiden untuk melakukan perbaikan," ujar Purbaya pada acara Rapimnas KADIN 2025 di The Park Hyatt Hotel Jakarta, Senin (1/12/2025).
Ancaman tersebut mencuat sebagai respons terhadap beberapa laporan mengenai potensi penyimpangan di tubuh DJBC, yang semakin menambah kekhawatiran akan citra buruk instansi pemerintahan ini.
Djaka Budi Utama mengingatkan kembali bahwa sejarah kelam yang pernah menimpa Bea Cukai pada era Presiden Soeharto (1985–1995), ketika instansi ini sempat dibekukan karena terjerat isu korupsi dan pungli, tidak boleh terulang lagi.
Djaka menegaskan bahwa tidak ingin kejadian serupa terjadi di masa kepemimpinan saat ini.
JAKARTA Wakil Ketua Umum BRN Relawan PrabowoGibran, Ade Darmawan, menyatakan dukungannya terhadap langkah Rismon Sianipar yang mengakui
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA FIFA resmi menjatuhkan serangkaian sanksi terhadap Federasi Sepakbola Israel (IFA) setelah menerima aduan dari Federasi Sepakbol
OLAHRAGA
JAKARTA Nagita Slavina, istri dari Raffi Ahmad, akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu yang belakangan beredar mengenai status bayi
ENTERTAINMENT
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keheranannya terkait tata kelola komoditas strategis Indonesia yang memiliki kualitas te
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listr
EKONOMI
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan langkah efis
EKONOMI
JAKARTA Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dan keterbukaan TNI dalam men
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan telah mempersiapkan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriyah di Lapangan Merdeka, Kecamatan Medan B
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan bahwa Posko Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR) Keagamaan
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyalurkan bantuan berupa 10 ekor sapi kepada masyarakat terdampak bencana
PEMERINTAHAN