"Apa yang terjadi pada Bea Cukai di masa lalu, itu adalah sejarah yang kelam dan tidak akan kami biarkan terulang. Kami harus berbenah, menghilangkan segala praktik yang tidak sesuai dengan integritas," tambah Djaka.
Djaka mengakui bahwa perbaikan menyeluruh di internal Bea Cukai membutuhkan waktu dan usaha yang konsisten.
Namun, dia menegaskan bahwa DJBC siap untuk menjalani proses tersebut demi mengembalikan kepercayaan masyarakat dan pemerintah.
Proses perbaikan ini akan melibatkan peningkatan kualitas SDM, reformasi internal, serta penguatan sistem pengawasan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi praktik pungli di seluruh unit kerja Bea Cukai.
"Kami akan melakukan evaluasi terhadap setiap aspek di dalam tubuh Bea Cukai, termasuk SDM dan prosedur operasional standar (SOP). Langkah ini penting agar semua bisa berjalan dengan transparan dan bebas dari korupsi," ujar Djaka menutup perbincangan.*