Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, saat Penganugerahan Inovasi Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 di Aula Cendana Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat, 12 Desember 2025. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
DELI SERDANG — Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dinilai telah mencapai level tertinggi dalam matriks inovasi daerah.
Penilaian itu disampaikan Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), David Yama, yang menyebut Deli Serdang telah berada pada kategori altruism.
Kategori altruism merupakan level tertinggi dalam inovasi birokrasi, yang ditandai dengan kinerja aparatur yang bekerja ikhlas tanpa pengawasan, bertanggung jawab tanpa disuruh, serta disiplin tanpa perintah.
"Dari pengamatan kami, Deli Serdang sudah masuk kategori altruism, level tertinggi dalam inovasi," kata David Yama saat Penganugerahan Inovasi Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025 di Aula Cendana Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat, 12 Desember 2025.
Pada tahun 2025, Deli Serdang mencatatkan skor Indeks Inovasi Daerah sebesar 64,02 dan menempati peringkat pertama di Sumatera Utara.
Nilai tersebut berada sedikit di bawah standar nasional kategori "Sangat Inovatif" yang ditetapkan pada angka 65. Sementara Kota Medan berada di bawahnya dengan skor 58,16.
David menjelaskan, matriks inovasi terdiri atas empat karakter, yakni egois, comfort zone, change, dan altruism.
Pada level altruism, aparatur tidak lagi bekerja sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi menjadikan inovasi sebagai kebutuhan dan budaya kerja.
Ia mengapresiasi komitmen Bupati Deli SerdangAsri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lom Lom Suwondo yang secara konsisten mendorong lomba inovasi di lingkungan pemerintah daerah.
Menurut David, komitmen kepemimpinan menjadi prasyarat utama tumbuhnya inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
"Inovasi itu alat untuk memperbaiki layanan, menyederhanakan proses, mempercepat pelayanan, menurunkan biaya, hingga meningkatkan pendapatan asli daerah," ujarnya.
David juga menyoroti pentingnya inovasi digital di era kecerdasan buatan.
Meski demikian, ia menekankan bahwa digitalisasi harus dibarengi dengan penguatan keamanan siber serta kesiapan sistem manual sebagai mitigasi risiko.
"Keamanan data menjadi isu krusial. Tidak semua kondisi bisa sepenuhnya bergantung pada sistem digital," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Riset dan Inovasi Universitas Sumatera Utara, Buchari, mendorong Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk mematenkan berbagai inovasi yang telah dihasilkan.
Menurut dia, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual akan memperkuat keberlanjutan inovasi sekaligus memperluas manfaatnya.
"Inovasi-inovasi ini harus dipatenkan agar berkembang dan berdampak lebih luas," ujar Buchari.
Ia secara khusus memuji inovasi Simple Link Edukatif yang dikembangkan SMP Negeri 2 Sibolangit dan menyatakan ketertarikannya menjadikan model inovasiDeli Serdang sebagai percontohan di daerah lain.
Dalam ajang Lomba Inovasi Kabupaten Deli Serdang 2025, Dinas Pendidikan Deli Serdang meraih juara pertama melalui inovasi pendidikan murah dan inklusif bagi keluarga serta anak berkebutuhan khusus.
Sejumlah OPD lain turut meraih penghargaan atas inovasi di bidang kesehatan, pariwisata, administrasi kependudukan, hingga komunikasi publik.