BREAKING NEWS
Jumat, 13 Maret 2026

Menag Nasaruddin Umar: “Tidak Boleh Sejengkal Tanah Indonesia Digunakan Untuk Kejahatan Seksual”

BITVonline.com - Kamis, 14 November 2024 10:42 WIB
Menag Nasaruddin Umar: “Tidak Boleh Sejengkal Tanah Indonesia Digunakan Untuk Kejahatan Seksual”
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAWA TIMUR –Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengecam keras tindakan kejahatan seksual yang terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur, yang mengakibatkan seorang siswi kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI) menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Menurut Menag, pelaku kejahatan seperti itu harus dihukum dengan seberat-beratnya, termasuk hukuman mati, untuk memberikan efek jera.

“Kalau kenyataannya sudah sadis seperti ini, itu memang perlu dihukum seberat-beratnya untuk menimbulkan efek jera. Hukum mati,” tegas Nasaruddin kepada kumparan, Kamis (14/11). Ia menambahkan, Indonesia tidak boleh memberikan tempat bagi kejahatan seksual yang mengancam keselamatan anak-anak.

Menag juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan dari masyarakat dan pengelola institusi pendidikan untuk melawan maraknya kejahatan seksual terhadap anak-anak. Ia mengibaratkan fenomena kejahatan ini seperti “gunung es” yang tampaknya hanya sebagian kecil yang terungkap ke publik, namun sesungguhnya banyak kasus serupa yang tidak terungkap.

“Masyarakat dan pengelola pendidikan pun harus lebih waspada, jangan-jangan ini hanya semacam gunung es, yang sempat dimediakan,” ujar Nasaruddin, menyoroti pentingnya peran lingkungan dan institusi pendidikan dalam mencegah kejahatan serupa.

Ia juga menekankan bahwa ketimpangan gender yang ada di masyarakat, di mana laki-laki sering kali memiliki posisi lebih berkuasa, berkontribusi pada meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. “Relasi kuasa ini harus dieliminir dalam masyarakat, supaya jangan laki-laki merasa memiliki power penuh terhadap perempuan,” tambah Nasaruddin.

Kasus pembunuhan dan pemerkosaan ini terjadi pada seorang siswi MI di Banyuwangi yang ditemukan tewas di semak-semak sekitar 100 meter dari rumah korban. Sebelumnya, orang tua korban melaporkan bahwa anaknya belum pulang ke rumah setelah jam sekolah selesai pada pukul 10.00 WIB. Pencarian yang dilakukan bersama pihak sekolah akhirnya mengarah pada penemuan jenazah korban, yang sudah tidak bernyawa, di lokasi tersebut.

Kompol Andrew Vega, Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, mengungkapkan bahwa lokasi penemuan jenazah korban terletak di area yang tertutup ilalang tinggi dan bambu, membuatnya sulit terlihat dari kejauhan. Ibu korban sempat melakukan pencarian ke lokasi tersebut beberapa kali sebelum akhirnya menemukan sang anak dalam kondisi mengenaskan.

Kasus ini semakin menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap keamanan anak-anak, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar, untuk mencegah terulangnya peristiwa tragis seperti ini.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru