BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Gubernur NTT Ungkap Penyebab Keluarga Bocah SD Ngada Tak Terima Bansos: Masalah Administrasi Kependudukan

Abyadi Siregar - Rabu, 04 Februari 2026 17:15 WIB
Gubernur NTT Ungkap Penyebab Keluarga Bocah SD Ngada Tak Terima Bansos: Masalah Administrasi Kependudukan
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena. (foto: Melki Laka Lena/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap bahwa keluarga YBS (10), siswa SD di Kabupaten Ngada yang nekat mengakhiri hidupnya, tidak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah karena kendala administrasi kependudukan.

Menurut Laka Lena, masalah itu muncul setelah keluarga YBS pindah domisili dari Kabupaten Nagekeo ke Kabupaten Ngada.

Perpindahan tersebut tidak diikuti pembaruan data administrasi kependudukan (adminduk), sehingga keluarga korban tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial.

Baca Juga:

"Saya tahu kejadian ini juga karena kependudukan mereka tidak ditopang, mereka pindah dari Nagekeo ke Jerebu'u, Ngada. Ternyata adminduk belum diamankan," ujar Laka Lena, Rabu (4/2/2026).

Gubernur menekankan bahwa persoalan adminduk sesungguhnya dapat diselesaikan dengan cepat, hanya membutuhkan pembaruan data sederhana.

Setelah menerima kabar duka terkait YBS, pemerintah langsung menindaklanjuti dan memastikan keluarga korban dapat memperoleh haknya.

"Ini cuma soal kertas selembar, segera diberesin. Saya bilang sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," lanjutnya.

Laka Lena juga memastikan Pemerintah Kabupaten Ngada dan Pemerintah Provinsi NTT siap memberikan dukungan sosial dan bantuan yang diperlukan oleh keluarga korban.

Persoalan ini sekaligus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah agar memastikan setiap warga, terutama anak-anak, tidak terhambat aksesnya terhadap layanan sosial akibat masalah administrasi.

Kejadian tragis ini menyoroti pentingnya sistem kependudukan yang responsif agar bantuan sosial dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan, sekaligus mencegah risiko sosial yang lebih serius di masa depan.*


(d/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bocah SD di Ngada Tewas Akhiri Hidup, Cak Imin: Saya Minta Semuanya Terbuka
Nias Selatan Perkuat Konektivitas Laut, Bus Air Ro-Ro KMP Hafamati Resmi Beroperasi
Aceh Dorong Rehabilitasi Pascabencana Terukur Melalui Forum Konsultasi Publik Renduk PRRP
Pemkab Deli Serdang Dukung Muslimat NU Tingkatkan Karakter dan Kesejahteraan Masyarakat
TP PKK Sumut Dorong Digitalisasi Administrasi, Menuju Paperless dan Efisiensi Kerja
Wabup Karo Komando Tarigan Pimpin Penertiban Kawasan Laudah, Pekerja Tani Diminta Pindah ke RPH
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru