BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Pasar Kerja Kian Ketat, Menaker Minta Generasi Muda Tak Bertahan pada Satu Keahlian

Raman Krisna - Selasa, 10 Februari 2026 15:22 WIB
Pasar Kerja Kian Ketat, Menaker Minta Generasi Muda Tak Bertahan pada Satu Keahlian
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, saat memberikan kuliah umum di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin, 9 Februari 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LAHATMenteri Ketenagakerjaan Yassierli mengingatkan generasi muda agar tidak bertahan pada satu kemampuan.

Ia menilai anak muda yang enggan menambah keterampilan baru berisiko kehilangan peluang kerja di tengah persaingan pasar tenaga kerja yang kian ketat.

"Untuk menang dalam persaingan lokal dan global, kita tidak cukup mengandalkan satu kompetensi. Model kompetensi sudah bergeser," kata Yassierli saat memberikan kuliah umum di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin, 9 Februari 2026.

Baca Juga:

Yassierli mengatakan perubahan teknologi dan dinamika ekonomi global telah mengubah kebutuhan industri.

Sejumlah sektor baru terus tumbuh, mulai dari ekonomi digital dan kreatif, pemanfaatan kecerdasan buatan, care economy, hingga ekonomi berkelanjutan. Kondisi ini menuntut tenaga kerja—terutama generasi muda—lebih adaptif terhadap perubahan.

Menurut Yassierli, paradigma bahwa satu keahlian sudah cukup tidak lagi relevan. Ia menyebut sekitar 59 persen pekerja di dunia diperkirakan perlu mempelajari keterampilan baru agar tetap sesuai dengan kebutuhan industri.

Perubahan tersebut juga memengaruhi model kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Jika sebelumnya pekerja cukup mendalami satu bidang, kini industri menuntut kombinasi keahlian yang saling terhubung. Yassierli menyebut model T-shaped, Pi-shaped, hingga M-shaped sebagai gambaran keterampilan yang perlu dikembangkan generasi muda.

Untuk memperluas akses pengembangan keterampilan, Yassierli mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat peran Balai Latihan Kerja (BLK).

Menurut dia, BLK diarahkan menjadi pusat pelatihan vokasi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri masa kini.

Ia juga menekankan pentingnya growth mindset agar pekerja mampu terus beradaptasi.

Yassierli menyebut sekitar 50 persen pekerjaan di sektor industri diperkirakan akan berubah dalam satu dekade ke depan, sehingga kemampuan belajar ulang menjadi keharusan.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapolri Tegaskan Komitmen Dukung Program Pemerintah Presiden Prabowo, Sebut Ada 18 Arahan Penting
Tapsel Lantik 42 Pejabat Eselon III dan IV di Ruang Terbuka, Bupati Gus Irawan: Pelantikan Bukan Sekadar Rotasi, tapi Penguatan Pelayanan Publik
Inggris Gelontorkan Rp 275 Miliar Dukung Tata Kelola Hutan Berkelanjutan Indonesia
TMMD ke-127 Resmi Dibuka di Jembrana!  Bukan Hanya Bangun Infrastruktur, Tapi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
Pemkot Binjai Percepat Digitalisasi Daerah, Kolaborasi dengan Bank Indonesia Sumut
KAI: Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung “Whoosh” Sudah Beres
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru