Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta percepatan penyaluran berbagai bantuan dan program pemulihan bagi korban banjir dan longsor, saat menerima kunjungan pimpinan MPR RI di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Ia menekankan pentingnya percepatan dana bantuan dari Kementerian Sosial, termasuk jadup bagi penghuni hunian sementara, dana perabotan, dan pemulihan ekonomi.
"Harapan kami, bantuan bisa dicairkan sebelum Meugang Puasa," tambahnya.
Selain itu, Wagub juga meminta percepatan realisasi 1.455 ekor sapi meugang yang dijanjikan Presiden, serta alih pembiayaan iuran BPJS Kesehatan untuk 500 ribu warga Aceh ke APBN melalui skema PBI JK.
Langkah ini dianggap penting agar pemerintah daerah dapat lebih fokus pada penanganan bencana.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian menyebut sejak pembentukan satgas rehab rekon pada 8 Januari 2026, sejumlah sektor mulai pulih, termasuk pemerintahan, layanan publik, pendidikan, akses darat, serta aktivitas ekonomi dan sosial.
Namun, data pemerintah pusat masih mencatat 74 ribu pengungsi di Aceh. Tito menekankan percepatan pemberian uang pengganti bagi warga dengan rumah rusak ringan, sedang, dan berat, serta pentingnya validasi data oleh BPS.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan kunjungan ini merupakan tindak lanjut pembicaraan dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf terkait bencana besar di provinsi tersebut.
"Apa yang terjadi di Aceh adalah bagian yang kami rasakan, sakit Aceh adalah sakit kami," ujar Muzani.
MPR RI menyerahkan 15 ribu paket sembako, termasuk mi instan, minyak goreng, teh, biskuit, minyak kayu putih, popok, dan pembalut perempuan, serta paket ibadah berupa sajadah, kain sarung, baju, mukena, dan Alquran untuk menyambut bulan puasa.*