Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran Nawa Cita Pariwisata Indonesia Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Selasa (10/2). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Selasa (10/2).
Audiensi tersebut membahas penguatan investasi pariwisata yang sejalan dengan visi pembangunan Bali berbasis pelestarian alam, budaya, dan kearifan lokal.
NCPI Bali merupakan organisasi yang beranggotakan praktisi multidisiplin di bidang pariwisata, ekonomi, dan pengembangan investasi.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah NCPI Bali periode 2025–2030, Agus Maha Usadha, memaparkan rencana penyelenggaraan Bali Economy Investment Forum yang akan digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur pada 18 Februari mendatang.
Forum tersebut dirancang sebagai ruang temu berbagai pemangku kepentingan strategis guna mendorong investasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Forum ini akan menghadirkan pembicara dari Bank Indonesia, akademisi, serta praktisi. Kami menargetkan sekitar 150 peserta dari kalangan stakeholder, asosiasi pariwisata, pelaku usaha, dan perbankan," ujar Agus.
Selain investasi, NCPI Bali juga menyampaikan komitmennya mendorong pengembangan Pariwisata Digital Budaya Bali yang dikelola secara profesional, akuntabel, dan transparan melalui konsep Kerthi Bali Shanti.
Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan integrasi sistem pariwisata sekaligus menekan praktik pariwisata ilegal.
Menanggapi paparan tersebut, Gubernur Koster menyatakan bahwa gagasan forum ekonomi dan investasi sejalan dengan arah kebijakan pembangunan Bali ke depan.
Menurutnya, Bali memerlukan kejelasan arah ekonomi agar pembangunan benar-benar berpihak pada masyarakat.
"Ini sejalan dengan pemikiran saya untuk membangun forum ekonomi. Kita perlu memperjelas arah ekonomi dan sumber ekonomi Bali ke depan seperti apa. Saya siap bertukar pikiran demi menjaga arah ekonomi dan pariwisata Bali," kata Koster.
Gubernur kembali menegaskan prinsip pembangunan Bali dengan mengajukan pertanyaan reflektif, "Membangun Bali atau membangun di Bali?".
Ia menekankan bahwa pembangunan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat Bali tanpa merusak lingkungan dan budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyinggung Peraturan Daerah (Perda) Alih Fungsi Lahan yang saat ini masih dalam proses.
Ia memastikan akan bertindak tegas setelah regulasi tersebut resmi diberlakukan.
"Kalau sudah turun resmi, saya akan keras dan melakukan bersih-bersih. Tidak ada kepentingan apa pun di sana," tegasnya.
Koster berharap audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku pariwisata dalam menjaga arah pembangunan Bali yang berkelanjutan, berdaulat secara ekonomi, dan berakar kuat pada nilai budaya serta kelestarian alam.*
(dh)
Editor
: Adam
Gubernur Koster Dorong Investasi Berkualitas di Bali, Tegaskan Pembangunan Tak Boleh Korbankan Lingkungan dan Kearifan Lokal