Wagubsu Surya mengikuti zoom meeting Forum Dialog (Sarasehan) dalam rangka HUT ke 54 Tahun 2026 BASARNAS di ruang kerja Wakil Gubernur Kantor Gubernur Sumut, Kamis (12/2/2026). (Foto: Diskominfo Prov.Sumut / Munawar Harahap)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mengapresiasi dedikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) yang telah mengabdi selama 54 tahun.
Ia mendorong penguatan layanan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sumut.
Apresiasi itu disampaikan Surya saat mengikuti Sarasehan Penguatan BASARNAS dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 BASARNAS secara virtual, Kamis (12/2/2026), dari Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan.
"Avignam Jagat Samagram, jayalah terus BASARNAS. Semoga di usia ke-54 ini, BASARNAS dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," kata Surya usai mengikuti sarasehan.
Kepala BASARNAS, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mencatat bahwa lembaga non-kementerian ini telah melaksanakan lebih dari 2.200 operasi SAR, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia menekankan bahwa tantangan ke depan semakin berat, mengingat posisi Indonesia berada di peringkat ketiga risiko bencana global, termasuk ancaman gempa megathrust.
"Melalui sarasehan ini, kami menciptakan ruang dialog terbuka untuk memperkuat sinergi demi memajukan layanan SAR di Indonesia. Dukungan dan masukan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memperkuat BASARNAS ke depan," ujar Syafii.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menekankan perlunya dukungan infrastruktur dan anggaran yang memadai.
Menurut Pratikno, meningkatnya intensitas bencana menuntut pemerintah dan BASARNAS bertindak lebih cepat.
Ia menambahkan bahwa penguatan internal lembaga sangat penting, mulai dari pengadaan alutsista berupa ratusan helikopter dan kapal baru, rekrutmen personel, hingga pembangunan aset mandiri.
"Yang utama adalah integrasi teknologi komunikasi sebagai 'mata dan telinga' komando. Investasi ini menyelamatkan nyawa," kata Pratikno.
Dari perspektif pengawasan keuangan, Anggota I BPK RI Nyoman Adhi Suryadnyana menyoroti pentingnya pembentukan dana kontingensi khusus untuk situasi darurat.