Meningkatnya Keributan Pemuda di Denpasar, Kapolsek Dentim Serukan Patroli Rutin dan Imbauan Kamtibmas
DENPASAR Kapolsek Denpasar Timur (Dentim), Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., memimpin pelaksanaan Apel Jam Pimpinan di halaman Mako P
NASIONAL
TAPUT– Pemerintah menyalurkan dana stimulan tahap I untuk perbaikan rumah rusak bagi penyintas bencana di 20 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Jumat (13/2/2026).
Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp369,5 miliar, menyasar 17.254 kepala keluarga.
Bantuan diberikan sesuai kategori kerusakan rumah: rumah rusak ringan (RR) mendapat Rp15 juta per unit, sedangkan rumah rusak sedang (RS) menerima Rp30 juta per unit.Baca Juga:
Program ini melengkapi bantuan sebelumnya bagi rumah rusak berat melalui hunian sementara (huntara) dan Dana Tunggu Hunian (DTH), hingga hunian tetap (huntap) selesai dibangun.
Penyaluran dana dipimpin secara terpusat oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Secara bersamaan, Menteri Dalam Negeri memimpin kegiatan dari Aceh Tamiang, sedangkan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto memimpin dari Lhokseumawe, Aceh.
Pratikno menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk memastikan kehidupan masyarakat terdampak tidak hanya kembali normal, tetapi menjadi lebih baik.
"Tidak hanya mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak kembali normal, tetapi juga harus menjadi lebih baik lagi," ujar Pratikno.
Kepala BNPB Suharyanto menambahkan, penyerahan dana stimulan menjadi simbol komitmen pemerintah untuk memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah berjalan cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.
"Alhamdulillah, hari ini telah kita lakukan penyerahan dana perbaikan rumah rusak kepada bapak-ibu sekalian yang menerima haknya. Ini adalah wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk terus mendampingi hingga kehidupan kembali pulih lebih baik," ucap Suharyanto.
Distribusi dana stimulan per wilayah:
- Aceh: 15.789 kepala keluarga, Rp341,7 miliar, mencakup 8.796 rumah rusak ringan dan 6.993 rumah rusak sedang di sembilan kabupaten/kota.
- Sumatera Utara: 542 kepala keluarga, Rp10,8 miliar, terdiri atas 360 rumah rusak ringan dan 182 rumah rusak sedang di empat kabupaten.
- Sumatera Barat: 923 kepala keluarga, Rp17 miliar, mencakup 713 rumah rusak ringan dan 210 rumah rusak sedang di tujuh kabupaten/kota.
Bagi warga yang belum menerima bantuan tahap I, pemerintah memastikan penyaluran tahap II sebelum bulan suci Ramadan, tetap sesuai kategori kerusakan rumah dan kebutuhan perbaikan.*
DENPASAR Kapolsek Denpasar Timur (Dentim), Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., memimpin pelaksanaan Apel Jam Pimpinan di halaman Mako P
NASIONAL
UNGASAN Untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan, Bhabinkamtibmas Desa Ungasan, AIPTU I Ketut Nuada, bersama Bakamd
PARIWISATA
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Benny K. Harman mengungkapkan pentingnya pengaturan pengelolaan aset yang dirampas oleh negara dalam R
POLITIK
MEDAN Polisi akan melakukan penyitaan terhadap seluruh aset milik Andi Hakim Febriansyah (AHF), tersangka penggelapan uang Gereja Katoli
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami penurunan pada hari ini, Selasa, 31 Maret 2026. Berdasarkan data
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat panggilan untuk sejumlah pengusaha rokok terkait penyidikan kasus dug
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Jepang, Indonesia berhasil mengantongi komitmen investasi senilai sekitar US
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa, 31 Maret 2026, dibuka menguat pada level 7.100an. Pagi ini, IHSG tercatat berad
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid memberikan surat peringatan kepada platform di
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, meminta pemerintah daerah menyeleksi penggunaan anggaran di tengah lonja
PEMERINTAHAN