Pemkab gelar Rakor bahas program pengumpulan zakat bagi ASN lingkungan Pemkab Simalungun dalam rangka penentuan ZIS di Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Jumat (13/2/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
SIMALUNGUN, SUMUT – Pemerintah Kabupaten Simalungun menggencarkan program pengumpulan zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui sosialisasi Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS), Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), serta Corporate Social Responsibility (CSR).
Kegiatan ini berlangsung di Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Jumat (13/2/2026), bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Sumatera Utara dan BAZNAS Kabupaten Simalungun.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, mendeklarasikan komitmen untuk menyisihkan 10 persen dari gajinya setiap bulan melalui BAZNAS, sebagai bentuk dukungan terhadap pengentasan kemiskinan dan penguatan lembaga pengelola zakat di daerah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Simalungun, H. Heldy Dharsono, menjelaskan bahwa lembaganya telah membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di Kecamatan Tapian Dolok dan menyalurkan paket bantuan pendidikan serta bantuan bagi kaum duafah di Siantar dan Tapian Dolok.
"BAZNAS bukan sekadar menghimpun zakat, tetapi menyalurkannya secara tepat sasaran bagi mustahiq melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (Simba), yang terintegrasi dengan Direktorat Jenderal Pajak," jelasnya.
Wakil Ketua II BAZNAS Sumut, Dr. H. Sulton Trikusuma, menekankan pentingnya partisipasi ASN dalam membayar zakat profesi dan aktif berinfaq atau sedekah, sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan SK Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025, nisab zakat pendapatan ditetapkan sebesar 85 gram emas per tahun, setara dengan Rp 85.685.972,- per tahun atau Rp 7.140.498,- per bulan, dengan kadar zakat 2,5 persen dari pendapatan bruto.
Sosialisasi ini juga menyoroti transparansi proses penyaluran ZIS, DSKL, dan CSR, agar dana yang dihimpun dari ASN maupun masyarakat dapat berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Simalungun.
Albert R. Saragih, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, mewakili Bupati Simalungun, menekankan bahwa program ini diharapkan bukan hanya formalitas, tetapi menjadi langkah konkret dalam membangun kepedulian sosial di seluruh ASN dan masyarakat.*
(dh)
Editor
: Dharma
Bupati Simalungun Deklarasikan 10 Persen Gaji untuk BAZNAS, ASN Diminta Aktif Bayar Zakat dan Infaq