BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Sekda Aceh Minta Percepatan Huntara Jelang Ramadhan, 6.060 Unit Sudah Dibangun

Dharma - Senin, 16 Februari 2026 20:32 WIB
Sekda Aceh Minta Percepatan Huntara Jelang Ramadhan, 6.060 Unit Sudah Dibangun
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir dalam rapat koordinasi evaluasi progres penanganan bencana di Banda Aceh, Senin, 16 Februari 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) mempercepat penanganan pascabencana agar warga terdampak dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan bermartabat.

Penegasan itu disampaikan dalam rapat koordinasi evaluasi progres penanganan bencana di Banda Aceh, Senin, 16 Februari 2026.

Fokus pemerintah, kata Nasir, adalah memindahkan pengungsi dari tenda darurat ke hunian sementara (huntara) yang lebih layak.

Baca Juga:

Saat ini, sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun. Namun, masih ada warga yang bertahan di tenda darurat.

"Tidak boleh ada masyarakat tanpa kepastian tempat tinggal. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tetapi menyangkut martabat dan perlindungan warga," ujar Nasir.

Selain huntara, pemerintah telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara.

Bagi warga yang rumahnya belum selesai dibangun, pemerintah memastikan penyaluran Dana Tunggu Harian sebesar Rp600 ribu per orang tetap berlanjut.

Nasir mengingatkan agar distribusi bantuan tidak menimbulkan tumpang tindih anggaran antara APBA, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Kementerian Sosial.

Ia meminta pendistribusian logistik berbasis data terverifikasi yang diperbarui secara berkala.

Koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Dinas Sosial, dan pemerintah kabupaten/kota juga diminta lebih intensif untuk memastikan tidak ada wilayah terdampak yang terlewat.

Di sektor kesehatan, 307 dari 309 puskesmas dilaporkan telah kembali beroperasi.

Pemerintah Aceh meminta penguatan layanan hingga tiga bulan ke depan, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues.

Layanan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan menjadi prioritas.

Sementara itu, pembangunan sekolah darurat di 13 lokasi telah mencapai progres 75 persen.

Pemerintah menargetkan kebutuhan dasar siswa seperti buku dan seragam segera terpenuhi sebelum Ramadhan.

Pemerintah Aceh menargetkan seluruh akses jalan desa kembali normal dalam satu bulan.

Pemasangan jembatan Bailey diprioritaskan dan ditargetkan rampung pada Juli mendatang.

Di sektor pengairan, Irigasi Jambo Aye mulai diuji alir untuk mengairi 7.000 hektare sawah pada akhir Februari 2026 guna menjaga ketahanan pangan dan ekonomi petani.

Menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan, pemerintah akan menggelar operasi pasar.

Pemerintah Aceh juga berencana menyurati PLN pusat untuk mengusulkan penggratisan listrik selama tiga bulan bagi warga terdampak.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan inflasi daerah dan meringankan beban masyarakat.

Merujuk peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, Nasir meminta tim SAR bersiaga 24 jam serta memperkuat sistem mitigasi bencana.

"Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya. Respon cepat dan koordinasi menjadi kunci agar masyarakat tidak kembali terdampak," ujarnya.*


(ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Aceh Utara: Tumpukan Kayu 13 Hektare Jadi Pemicu Parahnya Banjir
Polda Aceh Bagikan Ratusan Paket Daging Meugang untuk Masyarakat dan Media
Mengulik Sejarah Punggahan, Tradisi Islam Khas Jawa Sambut Ramadan yang Tetap Terjaga
Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya: Ikon Religi dan Destinasi Wisata Menjelang Ramadan
Golkar Bantah Klaim Jokowi soal Revisi UU KPK 2019, MAKI Sarankan Terbitkan Perppu
Bupati Humbahas Temui Luhut, Pertanian dan Kesehatan Jadi Fokus Pembangunan 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru