Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia yang digelar secara virtual, Selasa (24/2). (Foto: Dinas Kominfo Karo / FB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
KARO– Pemerintah Kabupaten Karo memaparkan kebutuhan pembangunan infrastruktur untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan kawasan pariwisata dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia yang digelar secara virtual, Selasa (24/2).
Dalam paparannya, Antonius menegaskan posisi strategis Kabupaten Karo sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba dan KSN Mebidangro, sekaligus sebagai salah satu sentra produksi pangan dan hortikultura di Sumatera Utara.
Menurut dia, dukungan infrastruktur menjadi prasyarat utama untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan aksesibilitas wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sejumlah usulan prioritas pembangunan disampaikan dalam forum tersebut. Di antaranya pembangunan jalan alternatif Medan–Karo, termasuk Berastagi Bypass dan jalur alternatif Tiga Juhar–Serdang–Sinaman, serta pembangunan Jalan Tol Medan–Berastagi.
Selain itu, Pemkab Karo juga mengusulkan peningkatan Dermaga Tongging sebagai gerbang utara kawasan Danau Toba.
Usulan lainnya meliputi pelebaran sejumlah ruas jalan strategis, perkerasan bahu jalan Kutacane–Batas Kota Kabanjahe dan Jalan Mariam Ginting, rehabilitasi drainase dan trotoar di Jalan Jamin Ginting serta Jalan Veteran Kabanjahe, hingga penanganan banjir di daerah irigasi rawa Paya Lahlah.
Pemerintah daerah juga mendorong program Instruksi Presiden (Inpres) jalan dan irigasi serta penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Kecamatan Kabanjahe, Tigapanah, dan Tigabinanga untuk memperkuat kepastian pemanfaatan ruang dan investasi.
Antonius berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan akses jalan menuju Karo dapat menjadi prioritas.
Ia menyoroti jalur Medan–Karo yang kerap terdampak longsor sehingga mengganggu mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan kunjungan wisata.
"Pembangunan dan peningkatan akses jalan menuju Kabupaten Karo, khususnya jalur Medan–Karo, sangat mendesak untuk mendukung konektivitas dan keselamatan pengguna jalan," ujarnya.
Melalui rakor ini, Pemkab Karo berharap terbangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan pembangunan infrastruktur, sekaligus memperkuat posisi Karo sebagai kawasan pertumbuhan, sentra pangan, dan destinasi unggulan di kawasan Danau Toba.*