"Saya melihat pentingnya membangun kedisiplinan dan cinta tanah air. Untuk melanjutkan percepatan pembangunan, terbentuknya karakter keindonesiaan yang kuat dengan kedisiplinan tinggi menjadi variabel kunci," ujar Doli, Jumat (27/2/2026).
Doli menekankan, Komcad seharusnya tidak hanya untuk ASN, tetapi seluruh warga negara yang memenuhi syarat.
Ia mencontohkan beberapa negara seperti Jepang dan Korea yang mewajibkan pelatihan militer untuk seluruh warga sebagai cara memperkuat nasionalisme dan karakter.
Namun, Doli memberi catatan penting. Program ini tidak boleh memimiliterisasi sipil atau mengaburkan batas sipil-militer.
Komcad harus berorientasi pada penguatan karakter masyarakat, termasuk menghadapi tantangan sosial seperti narkoba atau perilaku asusila.
Sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 27 Tahun 2021, sebanyak 4.000 ASN di kementerian/lembaga di Jakarta akan mengikuti Komcad secara sukarela.
Pendidikan dasar kemungkinan dilaksanakan pada April 2026, dan TNI AD siap memfasilitasi pelatihan tersebut.
Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan kuota peserta disesuaikan dengan jumlah ASN di tiap kementerian.
"Itu sifatnya sukarela. Tidak ada unsur paksaan atau kewajiban. Seleksi akan dilakukan sesuai kuota kementerian masing-masing," jelas Rico.
Program Komcad diharapkan menjadi sarana membangun karakter nasionalisme sekaligus mendukung pertahanan negara, tanpa mengganggu fungsi sipil ASN.*