Karhutla Pulau Mendol Riau Meluas hingga 500 Hektare Lahan, 100 Personel Turun Tangan
PELALAWAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar terjadi di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Berdasarkan da
PERISTIWA
BITVONLINE.COM – Korea Utara (Korut) kembali melakukan provokasi dengan mengganggu sinyal GPS di wilayah Korea Selatan (Korsel), yang menyebabkan gangguan operasional pada sejumlah kapal dan puluhan pesawat sipil di Korsel. Serangan tersebut terdeteksi oleh militer Korsel pada Jumat (8/11) dan Sabtu (9/11) waktu setempat, di beberapa wilayah termasuk Haeju dan Kaesong, yang berbatasan langsung dengan Korea Selatan.
Menurut pernyataan dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS), serangan gangguan sinyal GPS ini telah memengaruhi beberapa kapal dan pesawat sipil yang beroperasi di wilayah Laut Kuning. Dampak tersebut termasuk gangguan navigasi yang mempersulit koordinasi operasional di laut dan udara. Militer Korsel pun segera memberikan peringatan kepada kapal dan pesawat yang melintasi wilayah tersebut untuk waspada terhadap potensi gangguan lebih lanjut.
“Kami sangat mendesak Korea Utara untuk segera menghentikan provokasi GPS-nya dan memperingatkan bahwa mereka akan bertanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat hal ini,” tegas JCS dalam pernyataan resminya.
Sebelumnya, pada Mei 2024, Korea Utara juga dilaporkan melakukan upaya serupa untuk mengganggu sinyal GPS di wilayah Korsel. Namun, serangan tersebut tidak berdampak pada operasi militer di kawasan tersebut. Insiden terbaru ini, bagaimanapun, menunjukkan peningkatan ketegangan antara kedua negara, yang kembali terlibat dalam persaingan dan provokasi terkait sistem pertahanan dan teknologi militer.
Peristiwa ini terjadi setelah militer Korea Selatan menggelar latihan militer pada Jumat (8/11), yang melibatkan uji tembak rudal jarak pendek Hyunmoo, jenis permukaan-ke-permukaan. Latihan ini bertujuan untuk menunjukkan kesiapsiagaan militer Korsel dalam menghadapi ancaman dari Korea Utara, serta sebagai respons terhadap uji coba rudal dan tindakan provokatif lainnya yang dilakukan oleh Pyongyang dalam beberapa bulan terakhir.
Rudal Hyunmoo, yang merupakan bagian dari sistem serangan pendahuluan, memungkinkan Korsel melancarkan serangan lebih awal jika terdeteksi adanya ancaman dari Korut. Latihan ini menegaskan tekad Korsel untuk merespons dengan tegas setiap upaya provokasi dari negara tetangga di utara.
Meski belum ada tanggapan resmi dari pihak Korut mengenai tuduhan terbaru ini, insiden gangguan GPS tersebut memperburuk ketegangan di kawasan Semenanjung Korea yang sudah lama terbelah. Pemerintah Korsel pun menuntut agar Pyongyang segera menghentikan provokasi semacam ini, yang dapat berdampak lebih jauh pada stabilitas kawasan dan keselamatan penerbangan serta pelayaran internasional. (JOHANSIRAIT)
PELALAWAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar terjadi di Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Berdasarkan da
PERISTIWA
TAPSEL Tanggul Sungai Batang Toru di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, kembali jebol akibat
PERISTIWA
MEDAN Polisi menangkap dua pelaku sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kabupaten dan kota yang telah beraksi puluhan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Syarikat Islam (SI) Sumatra Utara menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan semangat kolaboras
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh kembali menunjukkan kepedulian sosial sekaligus melestarikan tradisi lokal dengan membagikan ribuan paket daging m
NASIONAL
SOLO Kediaman Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Jalan Kutai Utara No 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, mendadak menjad
NASIONAL
BATU BARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., memimpin langsung Pelaksanaan Tradisi Kenduri Mogang dan Mandi Balimau Kabu
SENI DAN BUDAYA
KISARAN Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan yang terdiri dari Bupati Asahan yang diwakili Sekretaris Daerah K
PEMERINTAHAN
SIMALUNGUN Seorang pria bernama Heri Irawan (24) ditemukan tewas dengan kondisi tubuh rusak parah setelah tertemper kereta api di perlin
PERISTIWA
JAKARTA Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa Ramadan 1447 Hij
AGAMA