Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam acara buka puasa bersama insan media, organisasi masyarakat, OKP, mahasiswa, dan Pramuka di Gedung PKK Medan, Minggu (15/3/2026). (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat soliditas Kota Medan di tengah berbagai tantangan sosial dan dinamika global.
Ajakan tersebut disampaikan dalam acara buka puasa bersama insan media, organisasi masyarakat, OKP, mahasiswa, dan Pramuka di Gedung PKK Medan, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan ini, menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan kehadiran tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kepemudaan, dan wartawan lokal yang menunjukkan semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Rico Waas menilai, acara buka puasa bersama menjadi momentum penting untuk merajut kembali persaudaraan antar-elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa meski terdapat perbedaan organisasi, pendapat, dan pandangan, tujuan bersama tetaplah sama: menjadikan Medan kota yang maju, solid, dan harmonis.
"Perbedaan adalah hal yang wajar. Tapi kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun Medan menjadi lebih baik," ujar Wali Kota Medan dalam sambutannya.
Menanggapi dinamika global yang tengah berlangsung, termasuk ketidakpastian geopolitik, Wali Kota Medan mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan dari dalam.
Ia mencontohkan, kondisi seperti antrean panjang BBM yang dipicu misinformasi harus diwaspadai agar tidak menambah ketegangan di masyarakat.
"Stok BBM aman, tetapi bisa memicu kepanikan hanya karena misinformasi. Ini tugas kita semua, baik tokoh masyarakat, pemuda, hingga pemuka agama, untuk menenangkan dan menjaga stabilitas sosial di Medan," ujar Rico Waas.
Selain isu global, Wali Kota Medan juga menyoroti beberapa masalah sosial di kota ini, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian, dan kekerasan.
Ia menyebutkan, lebih dari 140 kelurahan di Medan terindikasi memiliki masalah narkoba, yang menjadi tantangan besar bagi seluruh masyarakat.