Sekretaris Daerah Kota Binjai, H. Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, Senin (16/3). (foto: Ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
BINJAI – Pemerintah Kota Binjai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, Senin (16/3).
Rapat koordinasi ini diikuti secara virtual dan dihadiri oleh berbagai pejabat Pemko Binjai, bertempat di Binjai Command Center (BCC).
Sekretaris Daerah Kota Binjai, H. Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., mewakili Wali Kota Binjai dalam rakor tersebut.
Ia didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai, Gelora Jaya Ananda, S.P., Kepala BPKPD Kota Binjai, Erwin Toga Purba, S.Sos., M.SP., Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perdagangan Kota Binjai, Drs. Hamdani Hasibuan, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Rakornas ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dan membahas langkah-langkah strategis untuk mengendalikan inflasi daerah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Rakor tersebut diikuti oleh gubernur, bupati, wali kota, Forkopimda, serta unsur kementerian dan lembaga dari seluruh Indonesia.
Tomsi Tohir mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga bahan pokok yang sering kali mengalami lonjakan menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri.
Ia meminta seluruh pemerintah daerah untuk memantau dan memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga kestabilan harga bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat.
Lebih lanjut, Tomsi menekankan bahwa koordinasi yang erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, distributor, dan daerah penghasil komoditas harus diperkuat.
Ini bertujuan untuk menghindari kelangkaan barang dan lonjakan harga yang tidak terkendali.
Selain itu, Tomsi juga meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), SatgasPangan, dan aparat terkait untuk langsung turun ke lapangan guna memantau dan mengawasi peredaran barang di pasar.
Meskipun pedagang diperbolehkan mengambil keuntungan, ia menegaskan bahwa keuntungan tersebut tidak boleh melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, melaporkan bahwa inflasi tahunan pada Februari 2026 tercatat mencapai 4,76 persen.
Kenaikan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk normalisasi tarif listrik setelah berakhirnya masa diskon, serta kenaikan harga beberapa komoditas pangan menjelang Idulfitri.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan di daerah, antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang putih, daging ayam ras, gula pasir, dan beras.
Ateng Hartono menegaskan perlunya penguatan data ketersediaan bahan pokok dan pemantauan harga secara intensif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam kesempatan tersebut, Pemko Binjai menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.
Pemerintah Kota Binjai berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan bahwa harga bahan pokok tetap stabil dan tersedia dengan cukup menjelang Idulfitri.
Pemko Binjai juga menyatakan akan terus memantau situasi harga bahan pokok di pasar dan memastikan bahwa masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang wajar.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemko Binjai menunjukkan kesiapan dalam mengelola stabilitas harga dan menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif menjelang hari besar keagamaan.*