BREAKING NEWS
Sabtu, 19 September 2026

Open House Berlebihan Dilarang, Presiden Prabowo Tekankan Empati pada Korban Bencana

- Selasa, 17 Maret 2026 14:44 WIB
Open House Berlebihan Dilarang, Presiden Prabowo Tekankan Empati pada Korban Bencana
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. (Foto: Dok. Kementerian Sekretaris Kabinet)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Istana Kepresidenan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga (K/L) agar open house atau Halal Bihalal tidak diselenggarakan secara berlebihan.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan, edaran ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026 lalu.

"Kami sudah menyampaikan surat edaran untuk mengimbau seluruh kementerian dan lembaga agar tidak berlebihan dalam menyelenggarakan open house maupun Halal Bihalal," ujar Prasetyo di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Baca Juga:

Prasetyo menegaskan, himbauan ini dilandasi rasa empati kepada masyarakat yang terdampak bencana dan kelompok kurang mampu.

"Masih banyak saudara-saudara kita yang kondisinya belum baik. Oleh karena itu, kita imbau agar kegiatan open house atau Halal Bihalal digelar secara sederhana," tambahnya.

Meski demikian, agenda open house Presiden Prabowo Subianto sendiri masih menunggu situasi terkini sebelum diputuskan.

Prasetyo menekankan bahwa larangan tidak menggelar acara mewah bukan berarti seluruh kegiatan harus dihentikan, karena roda perekonomian tetap perlu berjalan.

Presiden Prabowo sebelumnya menekankan agar para pejabat memberi contoh dalam kesederhanaan.

"Jangan terlalu mewah-mewahan. Tapi jangan total menutup semua acara, karena ekonomi kita juga harus tetap berjalan," ujarnya dalam sidang kabinet.

Surat edaran ini dipandang sebagai bentuk langkah pemerintah dalam menunjukkan kepedulian sosial sekaligus menjaga citra kepemimpinan yang sederhana dan dekat dengan rakyat, di tengah momentum Lebaran 2026.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru