JAKARTA — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang diterapkan oleh pemerintah merupakan kebijakan yang bersifat dinamis.
Menurut Teddy, kebijakan tersebut dapat berubah mengikuti situasi dan kondisi yang ada, dan setiap perubahan akan segera disampaikan kepada publik oleh pemerintah.
"Apa yang disampaikan di sini sifatnya dinamis, nanti apabila ada perubahan pasti akan disampaikan oleh pemerintah secara cepat," ujarnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (31/3/2026).
Teddy juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan sektor usaha dalam mendukung kebijakan penghematan BBM.
Menurutnya, langkah-langkah ini menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap krisis global yang tengah berlangsung, termasuk dampak dari perang di kawasan Timur Tengah yang berimbas pada kenaikan harga minyak dunia.
"Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha mari terus berpartisipasi dalam mendukung langkah-langkah transformasi budaya kerja ini," ujar Teddy lebih lanjut.
Pemerintah sendiri sudah resmi mengeluarkan kebijakan WFH bagi ASN setiap hari Jumat. Keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi dan penghematan, serta untuk merespons dinamika global yang memengaruhi ekonomi Indonesia.
Hari Jumat dipilih karena dinilai sebagai hari dengan aktivitas yang relatif lebih ringan dibandingkan hari-hari kerja lainnya.
"Kebijakan WFH ini berlaku di instansi pusat dan daerah, satu hari dalam seminggu, yaitu hari Jumat," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kesempatan yang sama.
Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu layanan publik. Sektor-sektor tertentu, seperti perbankan, pasar modal, dan layanan publik lainnya, tetap akan beroperasi meskipun ASN bekerja dari rumah.
"Pelayanan publik tetap berjalan, dan kegiatan produktif tetap bisa dilakukan. Yang di kantor bisa mengatur dengan aplikasi tertentu," tambahnya.