BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

Wabup Asahan Emosi Saat Sidak Gudang Kayu, Temukan Truk 30 Ton Lewati Jalan yang Baru Diperbaiki: Kalau Rusak, Siapa Mau Tanggung Jawab?

Muhammad Taufik - Kamis, 30 April 2026 17:56 WIB
Wabup Asahan Emosi Saat Sidak Gudang Kayu, Temukan Truk 30 Ton Lewati Jalan yang Baru Diperbaiki: Kalau Rusak, Siapa Mau Tanggung Jawab?
Wakil Bupati Asahan Rianto melakukan inspeksi mendadak ke gudang penyimpanan dan bongkar muat kayu karet di Desa Suka Dame, Kecamatan Pulau Bandring, Kamis, 30 April 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ASAHAN — Wakil Bupati Asahan Rianto melakukan inspeksi mendadak ke gudang penyimpanan dan bongkar muat kayu karet di Desa Suka Dame, Kecamatan Pulau Bandring, Kamis, 30 April 2026.

Sidak dilakukan menyusul keluhan warga terkait lalu lintas truk tronton bermuatan berat yang melintasi jalan desa.

Dalam kunjungan tersebut, Rianto terlihat meninjau langsung aktivitas bongkar muat dan mendapati sembilan truk tronton dalam kondisi siap berangkat serta dua unit lainnya masih dalam proses pemuatan.

Baca Juga:

Ia menyoroti tidak seimbangnya kapasitas jalan dengan beban kendaraan yang melintas.

Jalan desa yang baru diperbaiki disebut hanya memiliki kapasitas sekitar delapan ton, sementara truk yang beroperasi membawa muatan hingga sekitar 30 ton.

"Jalan ini hanya memiliki kapasitas delapan ton, baru ini kami perbaiki. Ini saya tanya sama supir-supir ini muatannya 30 ton. Kau kepala desa gimana? Kalau kau ga sanggup, kau bilang ke Camat. Kalau camat ga sanggup, lapor ke Bupati," ujar Rianto saat menelpon kepala Desa Suka Dame di lokasi.

Dalam sidak tersebut, Rianto juga mempertanyakan tidak hadirnya Camat Pulau Bandring dan Kepala Desa Suka Dame.

Hanya perangkat desa dan sekretaris kecamatan yang hadir memberikan penjelasan.

Rianto menegaskan aktivitas usaha kayu tidak menjadi persoalan, namun harus mengikuti ketentuan infrastruktur yang ada agar tidak merugikan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa kerusakan jalan akibat kendaraan over tonase akan berdampak langsung pada warga sekitar.

"Ini kalau jalan rusak, siapa yang mau tanggung jawab? Warga mu itu mengeluh," katanya.

Sebagai solusi, Rianto meminta agar aktivitas bongkar muat dipindahkan ke gudang kargo Terminal Madya Kisaran yang dinilai lebih memadai.

Dari lokasi tersebut, distribusi kayu dapat dilakukan menggunakan kendaraan yang lebih sesuai kapasitas jalan desa.

Ia juga menyebut kayu karet tersebut rencananya akan dikirim ke Belawan dan Percut Sei Tuan.

Rianto menegaskan pemerintah tidak melarang aktivitas usaha, namun meminta seluruh pihak mematuhi aturan yang berlaku.

"Jadi kami berharap pengusaha bisa menaati aturan, dan kami tidak melarang. Ikuti aturan yang ada di kami. Masyarakat aman, dan tidak terganggu dengan aktivitas ini," ujarnya.*


(tm/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wabup Asahan Salurkan Bantuan Pangan untuk 90 Ribu Warga, Tekankan Ketahanan dan Kesejahteraan
Sejumlah Ruas Jalan di Medan Ditutup Sore Ini! Ini Daftar Lengkapnya
Polres Asahan Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dari Malaysia, Bupati Beri Apresiasi Tinggi
Rumah Tahfidz Qur’an Amaliyah Resmi Berdiri di Kisaran Timur, Bukti Sinergi Polri dan Pemda Cetak Generasi Qur’ani
Wali Kota Mahyaruddin Hadiri Silaturahmi Forkopimda Tanjungbalai-Asahan, Perkuat Sinergi dan Kondusivitas Daerah
Pemko Medan Perbaiki Jalan Speksi Kanal Medan Johor yang Rusak Bertahun-tahun, Warga Kini Lebih Nyaman Melintas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru