BREAKING NEWS
Minggu, 03 Mei 2026

Wagub Fadhlullah Perkuat Sinergi Ulama–Umara dalam Pembangunan, Bahas Peran Strategis Dayah untuk Masa Depan Aceh

T.Jamaluddin - Sabtu, 02 Mei 2026 20:05 WIB
Wagub Fadhlullah Perkuat Sinergi Ulama–Umara dalam Pembangunan, Bahas Peran Strategis Dayah untuk Masa Depan Aceh
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan silaturahmi ke kediaman Tu Amad, di kompleks Dayah Madinatuddinah Miftahussalam, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Jumat, 1 Mei 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BIREUEN Pemerintah Aceh terus menguatkan kolaborasi dengan kalangan ulama sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis nilai keislaman.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan silaturahmi ke kediaman Tu Amad, putra ulama kharismatik almarhum Abu Tumin Blang Blahdeh, di kompleks Dayah Madinatuddinah Miftahussalam, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Jumat, 1 Mei 2026.

Kunjungan tersebut turut didampingi anggota DPD RI asal Aceh, Ahmada. Rombongan disambut Tu Amad dan Tu Haidar dalam suasana kekeluargaan.

Baca Juga:

Pertemuan itu berkembang menjadi ruang dialog antara pemerintah dan ulama guna memperkuat peran dayah dalam pembangunan Aceh.

Fadhlullah menegaskan, hubungan ulama dan umara merupakan fondasi penting dalam menjaga identitas Aceh.

"Sejak masa kesultanan, ulama dan umara berjalan beriringan. Sinergi ini harus terus diperkuat," ujarnya.

Ia menyebut dayah tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembinaan moral dan sosial masyarakat.

Karena itu, kolaborasi pemerintah dan ulama dinilai krusial agar pembangunan tetap selaras dengan syariat Islam dan kearifan lokal.

Tu Amad menyambut positif kunjungan tersebut. Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan ulama dapat terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sejumlah kesempatan, Fadhlullah juga aktif turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga.

Pendekatan ini, menurutnya, penting agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

Sikap tersebut terlihat saat ia meninjau warga terdampak banjir di Aceh Tengah.

Meski menghadapi medan sulit, ia tetap berupaya menjangkau lokasi terdampak, termasuk saat mengalami insiden terbaliknya rakit penyeberangan di kawasan Pameu.

Rangkaian kunjungan ke berbagai wilayah Aceh—dari pantai barat selatan hingga kawasan tengah—menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun komunikasi langsung dengan ulama dan masyarakat.

Kunjungan di Bireuen ini menegaskan komitmen Pemerintah Aceh dalam merawat relasi ulama dan umara sebagai fondasi pembangunan daerah.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bahlil: Indonesia Pilih Jalan Sendiri Hadapi Gejolak Energi Global
Pengamat Politik: Program MBG Perlu Dikawal, Bukan Dipertentangkan
Megawati Sentil Sistem Hukum RI: Terlalu Banyak Aturan, Keadilan Hilang
Sekolah Muhammadiyah Aceh Harus Bangkit Usai Bencana!
Kabar Baik untuk Nelayan! Pemerintah Ratifikasi Konvensi ILO 188, Perkuat Perlindungan Awak Kapal Perikanan
Singgung Mandeknya RUU Pemilu, Megawati Sebut Kondisi Negara Seperti “Poco-poco”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru