BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Menteri Sosial Gus Ipul Ingatkan Pentingnya Transparansi dan Akurasi dalam Penyaluran Bantuan Sosial

BITVonline.com - Selasa, 29 Oktober 2024 07:21 WIB
Menteri Sosial Gus Ipul Ingatkan Pentingnya Transparansi dan Akurasi dalam Penyaluran Bantuan Sosial
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SEMARANG -Dalam upaya memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan dengan baik dan tepat sasaran, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengingatkan semua elemen di Kementerian Sosial (Kemensos) untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi. Pesan tersebut disampaikan Gus Ipul di Balai Warga Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara, dalam rangkaian acara sosialisasi program bantuan sosial.

Gus Ipul menegaskan bahwa arahan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Saya juga diminta oleh Presiden, sama Wamen dan seluruh jajaran Kemensos untuk tidak melakukan korupsi,” ungkapnya. Penekanan ini bukan hanya ditujukan kepada pegawai Kemensos, tetapi juga kepada pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, serta semua pendamping yang terlibat dalam proses penyaluran bantuan sosial.

Mendorong Kerja Sama untuk Mencegah Korupsi

Menteri Sosial mengajak semua pihak untuk bekerja dengan sungguh-sungguh dan menghindari praktik korupsi agar manfaat dari program bantuan sosial dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Mari kita bekerja sungguh-sungguh, kita hindari korupsi agar manfaat program Kemensos makin hari dirasakan semakin luas oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ajaknya.

Selain soal pencegahan korupsi, Gus Ipul juga menekankan pentingnya akurasi data penerima manfaat. Ia mengungkapkan bahwa bantuan sosial harus disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar termasuk dalam kelompok rentan. “Data ini, tiap bulannya di-update oleh Kemensos setelah mendapatkan surat dari bupati wali kota se-Indonesia,” jelasnya.

Update Data Penerima Manfaat

Gus Ipul menyampaikan bahwa mungkin saja terdapat perubahan dalam daftar penerima bantuan, seperti penerima yang telah meninggal, berpindah alamat, atau mereka yang merasa sudah tidak membutuhkan bantuan lagi. “Mungkin ada penerima bantuan yang meninggal, ada yang pindah rumah, atau ada yang sudah naik kelas,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menjelaskan mengenai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam melakukan koreksi atas data tersebut. “Intinya Bapak Ibu sekalian, sesuai dengan perintah Presiden, kita ingin data kita ini valid, sesuai kenyataan, dan real time,” tegasnya.

Dengan adanya penekanan dari Menteri Sosial Gus Ipul, diharapkan seluruh jajaran Kemensos dan stakeholder terkait dapat lebih berhati-hati dan transparan dalam penyaluran bantuan sosial. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada integritas semua pihak yang terlibat serta akurasi data penerima manfaat. Gus Ipul berkomitmen untuk memastikan bahwa program bantuan sosial akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru