Kemenkeu Optimistis, Ekonomi RI Tetap Melaju di Tengah Gejolak Global
JAKARTA Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia teta
EKONOMI
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Istana Presiden. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan urgensi percepatan cetak sawah di seluruh Indonesia sebagai langkah strategis untuk memastikan ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa instruksi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat program cetak sawah yang telah dimulai di beberapa daerah, termasuk Merauke di Papua dan Kalimantan Tengah. “Kami ditugaskan oleh Bapak Presiden untuk melakukan percepatan cetak sawah,” ujar Amran dalam keterangannya kepada wartawan.
Target dari program ini cukup ambisius, yakni mencetak 3 juta hektare lahan pertanian dalam waktu 3 hingga 4 tahun ke depan. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan pangan seiring dengan pertumbuhan populasi yang terus meningkat. “Memang kita targetnya kan 3 juta hektare dalam 3-4 tahun ke depan. Ini menjadi sebuah kebutuhan karena penduduk kita nambah, tapi sawah kita nggak pernah nambah,” tegas Sudaryono.
Lebih lanjut, Sudaryono menambahkan bahwa dengan pencetakan sawah seluas 3 juta hektare, pemerintah optimis bisa menjamin ketersediaan pangan untuk generasi mendatang hingga 80 tahun ke depan. “Kami perkirakan dengan 3 juta (hektare) itu bisa menjamin generasi kita 80 tahun ke depan,” tambahnya.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya perhatian terhadap petani, terutama dalam hal penyediaan pupuk. Ia meminta agar pemantauan terhadap distribusi pupuk dilakukan secara menyeluruh, memastikan bahwa pasokan pupuk benar-benar sampai ke tingkat petani. “Beliau sudah memerintahkan mengecek tambahan pupuk itu 100 persen yang dulu itu dicek apakah benar sudah sampai ke tingkat petani,” ujar Amran.
Program cetak sawah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan luas lahan pertanian, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani. Dengan demikian, Indonesia diharapkan dapat mencapai kemandirian pangan yang lebih baik dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Kebijakan ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menghadapi tantangan global di bidang pangan, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang pertanian. Masyarakat berharap langkah nyata dari pemerintah ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
(K/09)
JAKARTA Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia teta
EKONOMI
NIAS UTARA Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LPKPK) wilayah Kepulauan Nias melaporkan seorang Kepala Bidang (Kabid)
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera membangun Pe
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan, jajaran Kejaksaan tidak akan memberi toleransi bagi oknum yang menyalahgunakan wewenang a
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Padangsidimpuan menggelar operasi penertiban knalpot blong, Kamis (12/3/2026), di
NASIONAL
JAKARTA Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (12
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menegaskan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 202
NASIONAL
JAKARTA PT Pertamina (Persero) tengah menjajaki kerja sama dengan investor asing untuk memperluas kapasitas penyimpanan minyak mentah di
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk meredam konflik manusiasatwa di Lampung. Presiden Prabowo Subianto memutuskan m
NASIONAL
JAKARTA Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo, Roy Suryo, menanggapi permohonan restorative justice yang di
NASIONAL