Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih menerima dokumen LHP dari Kepala BPK RI Perwakilan Sumut, Paula Henry Simatupang di Auditorium BPK RI Perwakilan Sumut, Medan, Jumat, 29 Mei 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Capaian tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi Pemkab Simalungun karena berhasil mempertahankan opini tertinggi dalam audit keuangan pemerintah selama tiga tahun berturut-turut.
Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan di Auditorium BPK RI Perwakilan Sumatera Utara, Medan, Jumat, 29 Mei 2026.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun Mixnon Andreas Simamora, Kepala Inspektorat Roganda Sihombing, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Paula Henry Simatupang menjelaskan bahwa opiniWTP diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan yang mengacu pada sejumlah indikator, di antaranya kesesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan informasi, efektivitas sistem pengendalian intern, serta tingkat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan atas LKPD Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Simalungun memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian," ujar Paula.
Menurut dia, keberhasilan mempertahankan opiniWTP selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan komitmen dan konsistensi pemerintah daerah dalam menerapkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati SimalungunAnton Achmad Saragih menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran BPK RI Perwakilan Sumatera Utara atas proses pemeriksaan yang dilakukan secara profesional, independen, dan objektif.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Simalungun, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada BPK RI Perwakilan Sumatera Utara. Opini WTP ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah," kata Anton.
Ia menegaskan bahwa opiniWTP bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses perbaikan berkelanjutan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.
Menurut Anton, seluruh rekomendasi yang diberikan BPK akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengendalian intern, meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran, serta memperbaiki tata kelola aset daerah.