BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Sumut Gandeng UNICEF, Percepat Perbaikan Sanitasi dan Targetkan Stunting Turun ke 12,5%

Abyadi Siregar - Rabu, 10 Juni 2026 13:52 WIB
Sumut Gandeng UNICEF, Percepat Perbaikan Sanitasi dan Targetkan Stunting Turun ke 12,5%
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, saat membuka Rapat Koordinasi Awal Kerja Sama Provinsi Sumut dengan UNICEF dalam kerangka CPAP 2026–2030, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (10/6/2026). (Foto: Diskominfo Sumut YT Hariono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menggandeng United Nations Children's Fund (UNICEF) untuk memperluas akses sanitasi layak serta mempercepat penurunan angka stunting di daerah. Target penurunan prevalensi stunting di Sumut ditetapkan menjadi 12,5 persen pada 2030.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, saat membuka Rapat Koordinasi Awal Kerja Sama Provinsi Sumut dengan UNICEF dalam kerangka Country Programme Action Plan (CPAP) 2026–2030, di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (10/6/2026).

Sulaiman menegaskan bahwa persoalan sanitasi masih menjadi tantangan serius di Sumut. Berdasarkan data pemerintah, masih terdapat 134.434 jamban tidak layak serta 94.088 sumber air tidak layak yang tersebar di 33 kabupaten/kota.

Baca Juga:

"Ini menunjukkan tantangan dalam penyediaan layanan sanitasi dan air minum yang aman masih memerlukan perhatian dan dukungan berbagai pihak," kata Sulaiman.

Ia menyebut, kondisi tersebut turut berkaitan dengan angka stunting di Sumut yang masih berada di level 22 persen pada 2024. Karena itu, intervensi di sektor sanitasi dinilai menjadi salah satu kunci percepatan penurunan stunting.

Pemprov Sumut berharap UNICEF dapat membantu penguatan kapasitas pemerintah daerah hingga tingkat desa, termasuk perencanaan sanitasi, perubahan perilaku masyarakat untuk menghentikan praktik buang air besar sembarangan (BABS), serta peningkatan akses jamban sehat bagi kelompok rentan.

Sementara itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) IV Kemendagri, Paudah, mengatakan Sumut menjadi salah satu dari 13 provinsi yang masuk dalam lokus kerja sama Indonesia–UNICEF periode 2026–2030.

Ia menyebut program tersebut mencakup enam sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, sanitasi dan air bersih, gizi, perlindungan sosial, dan perlindungan anak.

"Setiap daerah bisa menentukan prioritas sesuai kebutuhan masing-masing," ujarnya.

Dari Bappenas, Plt Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Inti Wikanestri mengatakan kerja sama ini menjadi langkah awal penguatan program pembangunan daerah. Dukungan UNICEF di Sumut pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp4 miliar.

Sementara itu, UNICEF menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak melalui program kesehatan, pendidikan, dan sanitasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.*

(dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
SALAM Kembali Geruduk Polda Sumut, Tuntut Usut Dugaan Wifi Ilegal di Padang Lawas
Ekonomi Sumut Tumbuh 4,98 Persen di Kuartal I 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Di Tengah Isu yang Beredar, Kejati Sumut Tunjuk Bani Ginting sebagai Plh Kajari Sergai
Pemadaman Listrik Dinilai Kian Parah, GM GRIB Sumut Desak PLN Pusat Copot GM PLN UID Sumut
Bobby Nasution Siapkan Insentif untuk Kades Bersertifikat Pelatihan Basarnas: Demi Selamatkan Jiwa Warga
Bobby Nasution Tekankan Mitigasi Megathrust untuk Lindungi Keselamatan Masyarakat Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru