Kritik Status Siaga TNI Menguat, PSI: Jangan Semua Kebijakan Pemerintah Dianggap Salah
JAKARTA Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menanggapi kritik sejumlah pihak terkait kebijakan status siaga
NASIONAL
JAKARTA –Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak akan menempatkan kadernya dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Namun, hal tersebut tidak berarti PDIP akan berperan sebagai oposisi. Pernyataan ini disampaikan Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, usai pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2024-2029, pada Minggu (20/10).
“Betul bahwa PDI Perjuangan tidak akan menaruh kadernya di kabinet. Tetapi bagi PDI Perjuangan itu tidak berarti oposisi,” ujar Muzani. Ia menjelaskan bahwa PDIP memiliki pandangan berbeda mengenai sistem pemerintahan presidensial, khususnya terkait dengan pengertian oposisi dan koalisi.
Muzani menambahkan bahwa dalam konteks pemerintahan, PDIP memiliki prinsip yang lebih fleksibel dan pragmatis. “Bagi PDIP, mendukung pemerintahan tidak harus berarti menempatkan anggota partai mereka di posisi kekuasaan. Oposisi tidak selalu harus diambil dengan cara menolak pemerintah,” jelasnya.
Dalam pernyataannya, Muzani juga mengingatkan bahwa meskipun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak hadir dalam pelantikan, beliau telah memerintahkan 110 anggota MPR dari PDIP untuk menyukseskan acara tersebut. “Ini menunjukkan bahwa meskipun tidak ada kader di kabinet, dukungan kepada pemerintah tetap ada,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Puan Maharani juga menegaskan komitmen partainya untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran meskipun tanpa partisipasi di dalam kabinet. “Kami akan mendukung pemerintahan Pak Prabowo di parlemen, namun tidak menempatkan kader di kabinet,” ujar Puan saat ditemui di lokasi yang sama.
Hal ini menandakan bahwa meskipun tidak memiliki representasi langsung di dalam pemerintahan, PDIP tetap berkomitmen untuk berkontribusi dalam proses legislasi dan mendukung kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Dengan pendekatan ini, PDIP berharap dapat menjaga stabilitas politik dan membantu pemerintah dalam mencapai tujuan-tujuan pembangunan yang telah dicanangkan.
Muzani dan Puan menekankan pentingnya kolaborasi antara partai-partai politik demi kemajuan bangsa, dan mengajak semua elemen untuk bersinergi demi kepentingan masyarakat. “Mari kita bekerja sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tutup Muzani.
Sebagai informasi, pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menandai awal baru dalam kepemimpinan Indonesia, dan harapan dari berbagai pihak agar pemerintahan ini dapat membawa perubahan positif bagi rakyat terus mengemuka.
(N/014)
JAKARTA Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menanggapi kritik sejumlah pihak terkait kebijakan status siaga
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih kepala daerah pada Pemilihan Kepala D
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah mulai memanfaatkan berbagai inovasi teknologi dari perguruan tinggi
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Rapat Paripurna DPR RI ke16 masa sidang IV 20252026 pada Kamis (12/3/2026), menetapkan tiga Rancangan UndangUndang (RUU) menj
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan perkembangan terbaru pemulihan wilayah Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera set
NASIONAL
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyambut positif inisiatif Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) terkait penguatan peran pers
NASIONAL
JAKARTA DPR RI mengesahkan lima calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Rapat Paripurna yang digelar di Komple
EKONOMI
JAKARTA Peramban berbasis kecerdasan buatan (AI) milik OpenAI, Atlas Browser, menghadirkan pembaruan penting yang memungkinkan pengguna
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Pemerintah menyiapkan skema pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (U
EKONOMI
MEDAN Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap selebgram wanita berinisial TM alias K (25) bersama dua asistennya, NA (24) dan RA (24),
HUKUM DAN KRIMINAL