BREAKING NEWS
Senin, 29 Juni 2026

Rico Waas Ajak Generasi Muda Jadi Motor Perubahan Kota Tangguh di Youth City Changers APEKSI 2026

Abyadi Siregar - Senin, 29 Juni 2026 09:41 WIB
Rico Waas Ajak Generasi Muda Jadi Motor Perubahan Kota Tangguh di Youth City Changers APEKSI 2026
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wamendagri Bima Arya Sugiarto, dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal dalam pertemuan YCC APEKSI 2026 di Hotel Le Polonia, Medan, Minggu (28/6/2026). (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Semangat ratusan anak muda dari berbagai kota di Indonesia memenuhi ruang pertemuan Youth City Changers (YCC) APEKSI 2026 yang digelar di Hotel Le Polonia, Medan, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan tersebut resmi dibuka Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang mengajak generasi muda mengambil peran sebagai motor perubahan dalam membangun kota yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing.

Youth City Changers merupakan bagian dari rangkaian menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan.

Baca Juga:

Kegiatan ini diikuti para perwakilan pemuda dan komunitas dari seluruh kota anggota APEKSI sebagai wadah menyampaikan gagasan, inovasi, dan aspirasi generasi muda untuk pembangunan perkotaan.

Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan Gendang Taganing.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman (Sharing Session) yang menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, dan Wali Kota Medan Rico Waas sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Rico Waas mengaku bangga karena Kota Medan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Youth City Changers yang menjadi bagian awal dari rangkaian APEKSI XVIII Tahun 2026.

Ia juga memperkenalkan Kota Medan kepada para delegasi muda yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Rico kemudian menjelaskan alasan dipilihnya tema "Anak Muda Tangguh untuk Indonesia", yang menjadi subtema APEKSI tahun ini dengan tema besar "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat".

Menurut Rico, tema tersebut lahir dari pengalaman Kota Medan saat menghadapi bencana hidrometeorologi besar pada November 2025 yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

"Dari 21 kecamatan di Kota Medan, sebanyak 19 kecamatan sempat terendam banjir. Bencana tersebut berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan roda perekonomian kota. Sekitar 85 ribu warga terdampak dan 25 ribu di antaranya harus mengungsi. Membenahi kota ini membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan hampir berbulan-bulan," ujar Rico Waas.

Ia mengatakan, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa sebuah kota harus memiliki ketangguhan, bukan hanya saat menghadapi bencana, tetapi juga ketika memasuki masa pemulihan.

Menurut Rico, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan yang kompleks.

Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

"Pemerintah tidak bisa sendirian. Kita harus merangkul semua pihak untuk bersama-sama membenahi kota. Dan yang paling penting, kita butuh peran relawan serta anak-anak muda," tegasnya.

Rico juga mengajak seluruh peserta Youth City Changers menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan perkotaan.

"Kalau bangsa kita ingin kuat, maka kita harus saling menguatkan. Kota dengan kabupaten, kota dengan kota lainnya, semuanya harus kompak. Anak muda harus menjadi bagian penting dari perubahan itu," pungkasnya.

Lebih lanjut, Rico menegaskan bahwa ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemampuannya menghadapi bencana, tetapi juga dari kecepatannya bangkit setelah bencana berlalu.

Ia menyebut terdapat tiga pilar utama dalam membangun kota yang tangguh, yakni mitigasi dan penanganan pascabencana yang terintegrasi, semangat gotong royong, serta keterlibatan aktif relawan dan generasi muda.

"Kita butuh peran dari para relawan dan juga anak-anak muda. Hari ini, mari kita bicara banyak tentang bagaimana membangun kota yang tangguh, dan menjadikan anak muda tangguh sebagai masa depan Indonesia," serunya yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh delegasi.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Sharing Session bertema "Inspirasi Kota Tangguh".

Para peserta tampak antusias mengikuti diskusi dan memanfaatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para narasumber mengenai kepemimpinan, mitigasi bencana, kolaborasi, serta tantangan membangun kota yang lebih tangguh di masa depan.

Melalui forum tersebut, Youth City Changers diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru dari generasi muda yang dapat mendukung pembangunan kota-kota di Indonesia agar semakin tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Belajar dari Banjir Medan, APEKSI 2026 Dorong Generasi Muda Wujudkan Kota Tangguh Hadapi Bencana
Warga Menanti 81 Tahun, Bobby Nasution Wujudkan Pembangunan Jalan Sipiongot: Bukan Sekadar Janji Politik
Bupati Simalungun Alokasikan Rp39 Miliar untuk Pembangunan Jalan Ujung Padang, Warga Sebut Proyek Terbesar Sepanjang Sejarah
Pemkab Simalungun Gandeng UMKM Lokal Jadi Pemasok MBG, Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Masyarakat
Polrestabes Medan Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi, Bio Solar Disulap Jadi Dexlite di SPBU Gajah Mada
Nobar Piala Dunia di CFD Kesawan, Rico Waas Ajak Warga Medan Semakin Gemar Berolahraga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru