Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurutnya, peran ayah tidak hanya sebatas mencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara emosional dan spiritual dalam proses pengasuhan anak.
Ia mengingatkan masyarakat terhadap fenomena fatherless country, yaitu kondisi ketika seorang ayah hadir secara fisik di rumah, tetapi tidak terlibat dalam kehidupan anak.
"Wahai para ayah, letakkan gawai Anda saat berada di rumah. Peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog, dengarkan keluh kesah mereka, dan jadilah sahabat terbaik bagi mereka. Jangan biarkan meja makan kita sunyi dari obrolan karena semua anggota keluarga sibuk menatap layar HP masing-masing," imbaunya.
Surya menilai lemahnya pengawasan orang tua serta penggunaan gawai tanpa kontrol dapat memicu berbagai persoalan sosial di kalangan remaja.
Mulai dari tawuran, perundungan (bullying), geng motor, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut menjadi tanda bahwa fungsi keluarga mulai mengalami pelemahan.
"Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Tidak ada gunanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tidak ada gunanya infrastruktur yang megah, jika generasi yang mewarisinya adalah generasi yang rapuh moralnya dan rusak mentalnya," katanya.
Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap seluruh elemen masyarakat semakin memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.