BREAKING NEWS
Senin, 29 Juni 2026

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.868 per Dolar AS, Pasar Masih Waspadai Ketegangan Iran-AS

Dharma - Senin, 29 Juni 2026 09:58 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.868 per Dolar AS, Pasar Masih Waspadai Ketegangan Iran-AS
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan pada Senin, 29 Juni 2026, dengan penguatan tipis di tengah meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data Doo Financial Futures hingga pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka menguat 0,30 persen ke posisi Rp17.868 per dolar AS.

Penguatan rupiah juga diikuti oleh beberapa mata uang di kawasan Asia.

Baca Juga:

Ringgit Malaysia mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 0,40 persen, disusul rupee India yang menguat 0,27 persen, serta peso Filipina yang naik 0,06 persen terhadap dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, sebagian mata uang Asia lainnya masih berada di zona negatif.

Won Korea Selatan melemah 0,49 persen, dolar Taiwan turun 0,97 persen, baht Thailand terkoreksi 0,12 persen, sedangkan dolar Singapura dan yuan China masing-masing melemah 0,06 persen.

Sementara itu, yen Jepang turun 0,02 persen, sedangkan dolar Hong Kong melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS tidak mengalami penguatan yang signifikan.

Di saat yang sama, mata uang regional Asia dan pasar saham juga cenderung bergerak stabil.

"Investor terlihat mengabaikan eskalasi dan mengharapkan akan terjadi de-eskalasi dalam waktu dekat, seperti yang telah terjadi sebelumnya," ujar Lukman, Senin (29/6/2026).

Meski demikian, ia memperkirakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan sepanjang perdagangan hari ini seiring meningkatnya ketidakpastian akibat memanasnya kembali hubungan antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut Lukman, eskalasi konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek perdamaian di kawasan Timur Tengah sekaligus mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka di Zona Merah, Saham BBCA hingga BBRI Jadi Beban Indeks Pagi Ini
Harga Emas Antam Anjlok Lagi, 1 Gram Kini Dibanderol Rp2,64 Juta
Jokowi dan Nafsu Kuasa yang Belum Padam
Analisis Prof. Didik: Safari Politik Jokowi Dinilai Berpotensi Ganggu Stabilitas Ekonomi
Pemkab Simalungun Gandeng UMKM Lokal Jadi Pemasok MBG, Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Masyarakat
Perbaikan Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Mulai Dirasakan Warga, Pedagang Sebut Pendapatan Naik hingga 50 Persen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru