AHY Pastikan Sekolah Rakyat di Medan Siap Beroperasi Pertengahan Juli 2026
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
MEDAN – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menegaskan komitmennya untuk mendampingi pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital yang lebih efisien, aman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kemenkomdigi, Aris Kurniawan, saat menjadi keynote speaker dalam Forum Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) yang merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Aryaduta Medan, Rabu (1/7/2026).
Forum tersebut dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Adlan S.Pd.Baca Juga:
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara Erwin Hotmansyah Harahap, Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, serta kepala dinas komunikasi dan informatika dari berbagai pemerintah kota anggota APEKSI.
Mengusung tema "Arah Kebijakan Nasional Komunikasi Digital dalam Mewujudkan Kota Tangguh dan Bangsa Berdaulat", Aris memaparkan sejumlah strategi nasional untuk mempercepat digitalisasi pemerintahan, mulai dari penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), integrasi data nasional, hingga penguatan komunikasi publik berbasis data.
Menurut Aris, selama ini banyak pemerintah daerah lebih fokus membangun aplikasi, namun kurang memperhatikan tata kelola dan manajemen sistem digital.
"Selama ini kita selalu konsentrasi kepada layanan dan aplikasi. Di lima tahun ke depan, fokus kami adalah memberikan pendampingan melalui program Klinik Pemerintah Digital agar dimensi tata kelola dan manajemen di pemerintah daerah bisa ditingkatkan bersama," ujar Aris.
Ia menjelaskan, Kemenkomdigi kini mendorong prinsip "minim aplikasi, kaya fungsi" melalui pemisahan lapisan data dan aplikasi.
Konsep tersebut bertujuan menjaga kesatuan data (single source of truth) sekaligus menghindari ketergantungan terhadap satu penyedia teknologi atau vendor lock-in.
Aris mengatakan keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah pusat maupun daerah menjadi alasan penting untuk menerapkan sistem digital yang lebih efisien.
Karena itu, Kemenkomdigi mendorong pemanfaatan Government Cloud (Awan Pemerintah) dengan sistem pembayaran sesuai penggunaan (pay-as-you-use), sehingga pemerintah daerah tidak perlu membangun infrastruktur digital secara mandiri dengan biaya besar.
Selain itu, pemerintah juga membuka skema kolaboratif melalui Ekosistem Pusat Data Nasional (PDN).
Pemerintah daerah yang telah memiliki pusat data sesuai standar dapat bergabung dan berbagi sumber daya dengan pemerintah lainnya.
Dalam paparannya, Aris menjelaskan Kemenkomdigi saat ini tengah membangun tiga komponen utama Digital Public Infrastructure (DPI) sebagai fondasi layanan digital nasional.
Komponen tersebut meliputi Single Sign-On (SSO) sebagai satu pintu akses layanan publik, Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) untuk menghubungkan data antarinstansi, serta penguatan infrastruktur Pusat Data Nasional.
Menurut Aris, infrastruktur tersebut saat ini telah diuji coba untuk mendukung percepatan penyaluran bantuan sosial melalui program Perlindungan Sosial (Perlinsos) di 42 kabupaten dan kota.
Program itu mengintegrasikan data secara real-time dari berbagai instansi seperti Kemendagri, BKN, ATR/BPN, BPJS, PLN, hingga Korlantas Polri agar penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran sekaligus memangkas proses birokrasi.
Targetnya, sistem tersebut akan diterapkan secara nasional pada akhir 2026 atau awal 2027.
Selain membahas transformasi layanan pemerintahan, Aris juga menyoroti tantangan komunikasi publik di era digital yang semakin kompleks.
Menurutnya, maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi menuntut pemerintah mengubah pola komunikasi konvensional menjadi manajemen reputasi yang berbasis data.
Kemenkomdigi kini mulai memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk menganalisis tren percakapan di media sosial sekaligus mempercepat respons pemerintah terhadap isu maupun krisis komunikasi.
Usai menjadi pembicara, Aris menilai Forum Komdigi menjadi ruang penting bagi pemerintah kota untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam mengembangkan pemerintahan digital.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarpemerintah daerah, kementerian, akademisi, hingga sektor swasta menjadi solusi terbaik di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi banyak daerah.
Lebih lanjut, Aris mengatakan Kemenkomdigi kini memprioritaskan integrasi dan validitas data daerah.
Menurutnya, teknologi canggih seperti Artificial Intelligence tidak akan memberikan hasil maksimal apabila data yang digunakan belum akurat dan sistem antarinstansi belum saling terhubung.
Dengan tata kelola data yang baik, pemerintah daerah diharapkan mampu memperoleh informasi yang lebih akurat untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat serta memberikan pelayanan yang lebih responsif kepada masyarakat.* (ad)
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Jalan Flamboyan Raya II, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota M
PENDIDIKAN
LANGKAT Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria memikul mesin outdoor AC sambil berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer viral d
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara (RTN) guna memp
EKONOMI
JAKARTA Rencana pelibatan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dalam masa orientasi Program Sekolah Rakyat mendapat perhatian da
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengaku telah mengembalikan sebuah amplop yang ditinggalkan Bupati Kuantan Singingi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta aparat keamanan meningkatkan langkah pengamanan di Papua secara terukur menyu
NASIONAL
JAKARTA Praktisi agraria sekaligus mantan pejabat senior Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dr. Bud
NASIONAL
KEPULAUAN SERIBU PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan melakukan rehab
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh menerima penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan Yayasan Lembaga Bantuan HukumKeadilan Indonesia (YLBH
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembang
PENDIDIKAN