JAKARTA –Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa pemerintah Republik Indonesia (RI) tengah melaksanakan proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Timur Tengah, menyusul meningkatnya ketegangan dalam konflik yang berlangsung di kawasan tersebut. Evakuasi ini dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, yang melakukan pendekatan melalui Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan WNI.
“Bu Menlu sudah melakukannya, melalui pendekatan-pendekatan Kementerian,” ujar Jokowi setelah menghadiri perayaan HUT ke-79 TNI di Monas, Jakarta Pusat. Presiden menekankan pentingnya dialog sebagai langkah untuk meredam ketegangan dan mencari solusi damai di kawasan yang tengah dilanda konflik, terutama di Palestina, Gaza, dan Lebanon.
“Ya, sebetulnya kalau memang semua negara melakukan pendekatan-pendekatan lunak, dialog, dan bertemu melalui komunikasi yang baik, saya kira peristiwa di Palestina, di Gaza, di Lebanon, bisa kita hindari,” tambah Jokowi.
Dia juga menyerukan semua pihak untuk menahan diri, agar konflik tidak semakin meluas. “Dialog adalah jalan satu-satunya untuk menyelesaikan konflik yang ada di Gaza, di Lebanon, Israel dengan Palestina, dan lain-lain. Semua harus menahan diri untuk tidak memperbesar eskalasi yang ada,” ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) melaporkan bahwa sejauh ini sebanyak 65 WNI telah berhasil dievakuasi dari Lebanon dalam lima gelombang. Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa evakuasi ini berlangsung sejak Agustus dan terakhir dilakukan pada 2 dan 3 Oktober 2024.
“Dari evakuasi yang sudah kita lakukan secara bergelombang, total ada 65 WNI yang sudah berhasil kita evakuasi, plus satu WN asing,” ungkap Judha dalam konferensi pers di Kantor Kemlu RI.
Gelombang pertama, kedua, dan ketiga masing-masing mengevakuasi 25 orang melalui jalur udara, dan mereka saat ini sudah tiba di Jakarta. Gelombang keempat, yang berlangsung pada 2 Oktober, mengangkut 20 WNI, yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Jakarta, Riau, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali, melalui jalur darat.
Terakhir, evakuasi gelombang kelima dilakukan pada 3 Oktober dengan melibatkan 20 WNI, ditambah satu warga negara Lebanon, yang merupakan anggota keluarga salah satu WNI. “Saat ini mereka sedang menuju perbatasan Suriah dan Yordania. KBRI Amman sudah siap menjemput mereka,” jelas Judha.
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus melindungi warganya di luar negeri dan memastikan mereka dapat kembali dengan selamat, terutama dalam situasi yang menegangkan seperti yang terjadi di Timur Tengah saat ini.
(N/014)
Proses Evakuasi WNI di Tengah Konflik Timur Tengah