BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Jangan Pakai Data Lama! Bupati Asahan Tegaskan Satu Data Tunggal jadi Kunci Bansos Tak Salah Sasaran

Muhammad Taufik - Jumat, 21 Agustus 2026 09:57 WIB
Jangan Pakai Data Lama! Bupati Asahan Tegaskan Satu Data Tunggal jadi Kunci Bansos Tak Salah Sasaran
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Parlinsos Digital) Kabupaten Asahan Tahun 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Kamis (20/8/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ASAHAN - Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menegaskan pentingnya penggunaan satu data tunggal sebagai dasar utama penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Menurutnya, data yang akurat menjadi kunci agar bantuan pemerintah benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

Hal itu disampaikan Taufik saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Parlinsos Digital) Kabupaten Asahan Tahun 2026 di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Kamis (20/8/2026).

Taufik mengatakan penyatuan data menjadi satu acuan bersama sangat penting karena penyaluran bansos berkaitan langsung dengan proses pendataan masyarakat penerima manfaat.

Baca Juga:

"Ke depannya, hal yang berkaitan dengan data sangatlah penting, karena data inilah yang menjadi acuan utama pemberian bantuan kepada masyarakat. Kita harus menetapkan satu data tunggal sebagai acuan bersama," kata Taufik.

Dia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya yang menangani Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), segera melakukan penyesuaian data masyarakat berdasarkan kelompok kesejahteraan atau desil 1 hingga desil 5.

Menurut Taufik, pemutakhiran tersebut diperlukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan bagi masyarakat kurang mampu.

"Data harus terus disesuaikan, karena ketepatan sasaran bantuan sangat bergantung pada data yang kita gunakan," ujarnya.

Taufik juga meminta para camat berperan aktif dalam proses pendataan di wilayah masing-masing. Dia mengingatkan agar proses verifikasi dilakukan secara teliti sehingga tidak menimbulkan kesalahan yang dapat merugikan masyarakat yang seharusnya menerima bantuan.

Para camat diminta memahami data yang telah diverifikasi serta berkoordinasi dengan dinas terkait dalam pengelolaannya. Taufik juga mengingatkan agar pemerintah kecamatan tidak lagi menggunakan data lama yang sudah tidak menggambarkan kondisi masyarakat terkini.

"Kita bekerja harus berlandaskan data, karena dengan data yang akurat, kita dapat mengetahui sejauh mana kinerja kita berjalan," tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, jajaran OPD, Kepala BPS Kabupaten Asahan, para camat serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPS Kabupaten Asahan Rahmat Gustiar memaparkan materi mengenai peran BPS dalam perluasan uji coba digitalisasi Parlinsos.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan Jutawan Sinaga menjelaskan kesiapan dan pelaksanaan program Parlinsos Digital di Kabupaten Asahan.

Adapun Pelaksana Tugas Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Asahan memaparkan langkah percepatan aktivitas kependudukan digital melalui Integrasi Kependudukan Digital (IKD).

Program digitalisasi bansos tersebut diharapkan dapat memperkuat integrasi data sehingga proses pendataan, verifikasi hingga penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Asahan menilai digitalisasi dan pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih akurat, transparan dan responsif terhadap kondisi masyarakat.

Kegiatan rapat koordinasi berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dan berlangsung aman, lancar serta sukses.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Masih Cari Pejabat untuk 5 Jabatan Kosong, Bukan Lewat Lelang
Wamenko Pangan Ungkap Masalah Kopdes Merah Putih
Banyak Warga Protes Desilnya Salah, Airlangga Pastikan Data Bisa Diperbarui Setiap 3 Bulan
Apa Itu Desil? Ini Kaitannya dengan Rencana Pembatasan Pertalite
Lebih dari 1 Juta Anak Terindikasi Judi Online dari Data 1,49 Juta Penerima Bansos, Kemensos Ancam Setop Bantuan
Dari Toba hingga Pakpak, Bobby Nasution dan Jajaran Sumut Tampil Beda Busana Adat di Upacara Virtual HUT RI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru