Komisi XIII DPR Desak Setneg Segera Rampungkan Semua PP Turunan KUHP-KUHAP Terbaru
JAKARTA Komisi XIII DPR RI mendesak Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) untuk segera menuntaskan seluruh peraturan pemerintah (PP) t
POLITIK
MEDAN – Para hakim di seluruh Indonesia berencana melakukan aksi mogok yang berbalut cuti massal mulai 7 hingga 11 Oktober 2024. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap pemerintah terkait kesejahteraan mereka yang dinilai belum diperhatikan, terutama dalam hal gaji dan tunjangan. Di Kota Medan, meski aksi tersebut sudah direncanakan, hingga saat ini belum ada hakim yang mengajukan cuti sebagai tanda protes.
Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Medan, M. Nazir, menyatakan bahwa pihaknya tidak melarang hakim yang ingin memperjuangkan hak mereka. “Kita sangat mendukung, namun untuk kegiatan tersebut, hakim-hakim yang bertugas di PN Medan belum ada yang mengajukan cuti,” ungkapnya. Nazir menambahkan bahwa jika ada hakim yang mengajukan cuti, selama memenuhi ketentuan peraturan yang ada, PN Medan tidak akan menghalangi.
Persidangan Tetap BerjalanMeskipun aksi cuti massal ini berlangsung, Nazir memastikan bahwa persidangan di PN Medan akan tetap berjalan tanpa ada penundaan. “Kalau sampai saat ini, hakim-hakim di PN Medan belum ada info untuk ikut serta dalam kegiatan itu, namun kita memastikan para pencari keadilan akan tetap terlayani dan jadwal persidangan tetap dilanjutkan,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen PN Medan untuk tetap memberikan layanan hukum kepada masyarakat, meskipun ada ketidakpuasan di kalangan hakim terkait kesejahteraan mereka.
Tuntutan Kenaikan GajiAksi cuti massal ini diinisiasi oleh gerakan yang menamakan diri Solidaritas Hakim Indonesia. Para hakim menuntut agar pemerintah memberikan penyesuaian gaji dan tunjangan yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2012, yang hingga kini belum mengalami perubahan setelah 12 tahun. Selain itu, mereka juga mengeluhkan penghapusan remunerasi sebagai tunjangan kinerja yang terjadi sejak 2012 lalu.
Dalam situasi ini, para hakim merasa kesejahteraan mereka tidak diprioritaskan, sementara tuntutan pekerjaan mereka semakin berat. Mereka berharap dengan adanya aksi ini, pemerintah akan memperhatikan nasib dan kesejahteraan mereka lebih serius.
Solidaritas dan HarapanAksi mogok ini bukan hanya sekadar bentuk protes, tetapi juga mencerminkan rasa solidaritas di antara para hakim di seluruh Indonesia. Para hakim berharap dengan melakukannya secara bersamaan, suara mereka akan lebih terdengar oleh pihak pemerintah dan lembaga terkait.
Dengan adanya dukungan dari rekan-rekan hakim di daerah lain, mereka optimis bahwa perjuangan mereka akan membuahkan hasil yang positif untuk masa depan profesi hakim di Indonesia.
Aksi cuti massal ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali kebijakan mengenai kesejahteraan hakim dan mempertimbangkan tuntutan mereka demi keadilan dan kepastian hukum yang lebih baik.(N/014)
JAKARTA Komisi XIII DPR RI mendesak Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) untuk segera menuntaskan seluruh peraturan pemerintah (PP) t
POLITIK
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan posisi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden, menolak segala wacana pen
NASIONAL
PADANG LAWAS UTARA, SUMUT Sebuah video amatir yang viral di media sosial menampilkan seorang oknum kepala desa di Kecamatan Dolok Sigamp
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menekankan pentingnya perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pajak dan Retribusi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Indonesia resmi menjadi salah satu founding member Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Dona
NASIONAL
DENPASAR Polresta Denpasar menangkap seorang pria berinisial ASR (33), anggota Komponen Cadangan (Komcad) TNI Angkatan Darat, terkait du
HUKUM DAN KRIMINAL
BATUBARA Dalam rangka menjalankan program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku me
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengajukan gugatan perdata terhadap enam perusahaan yang beroperasi di Sumatera Utara. Gugata
NASIONAL
PELALAWAN Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Timur Kilometer 86, Desa Kemang, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin pagi, 26 Janu
PERISTIWA
JAKARTA Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat menggelar workshop pening
NASIONAL