BREAKING NEWS
Minggu, 06 September 2026

Rico Waas Dorong Pesparani Medan Digelar Rutin, Tak Hanya Jelang Lomba Nasional

Dharma - Sabtu, 05 September 2026 20:54 WIB
Rico Waas Dorong Pesparani Medan Digelar Rutin, Tak Hanya Jelang Lomba Nasional
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat melantik Pengurus LP3KD Kota Medan periode 2025–2030 di Gedung Catholic Center, Jalan Mataram, Medan, Sabtu, 5 September 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Medan mengembangkan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) menjadi kegiatan seni dan budaya yang digelar secara rutin.

Rico menilai Pesparani tidak seharusnya hanya diselenggarakan menjelang perlombaan tingkat nasional.

Kegiatan tersebut, kata dia, dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengembangkan seni paduan suara.

Baca Juga:

Hal itu disampaikan Rico saat melantik Pengurus LP3KD Kota Medan periode 2025–2030 di Gedung Catholic Center, Jalan Mataram, Medan, Sabtu, 5 September 2026.

Pelantikan tersebut mengusung tema "Berjalan Bersama dalam Harmoni, Mewartakan Kasih dalam Satu Irama."

Rico mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

Ia berharap kepengurusan di bawah Ketua LP3KD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor dapat membawa organisasi semakin berkembang.

"Atas nama Pemko Medan, saya mengucapkan selamat kepada pengurus LP3KD yang baru saja dilantik dan akan menjalankan tugasnya hingga tahun 2030. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik dan menjadikan Pesparani ini hal yang begitu bermakna untuk Kota Medan," kata Rico Waas.

Menurut Rico, LP3KD memiliki tantangan besar untuk mengembangkan Pesparani di Kota Medan.

Namun, ia yakin pengurus baru mampu menjalankan amanah tersebut.

Rico secara khusus meminta kegiatan Pesparani diperbanyak.

Menurut dia, potensi paduan suara dan seni yang dimiliki umat Katolik perlu mendapat ruang untuk berkembang secara berkelanjutan.

"Untuk Pesparani sendiri, terutama LP3KD, kami berharap pergerakan Pesparani, terutama karena ada unsur kesenian di dalamnya, terutama paduan suara, kami ingin bergerak lebih progresif lagi untuk Kota Medan," ujar Rico Waas.

Rico menilai Pesparani tidak cukup hanya digelar satu kali dalam setahun atau saat menghadapi perlombaan tingkat nasional.

Ia ingin ada agenda rutin yang sekaligus menjadi wadah pembinaan dan memperkenalkan seni paduan suara kepada masyarakat luas.

"Harus ada kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan. Untuk itu Pemerintah Kota Medan berkeinginan sekali agar nantinya kerja sama dengan LP3KD bisa dilaksanakan agar ada kegiatan rutin yang terus-menerus untuk Pesparani," jelas Rico Waas.

Rico bahkan membayangkan Kota Medan memiliki tempat khusus yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seni, mulai dari Pesparani, Pesparawi, paduan suara hingga orkestra.

Menurut dia, tempat tersebut idealnya memiliki kualitas akustik yang baik sehingga dapat menunjang penampilan para seniman.

Fasilitas itu juga diharapkan menjadi ruang pertunjukan yang bisa menarik masyarakat.

"Dengan adanya ruang pertunjukan dan agenda yang rutin, Rico berharap kegiatan Pesparani tidak hanya dinikmati komunitas internal, tetapi juga dapat menjadi salah satu daya tarik seni dan budaya Kota Medan", ucap Rico Waas.

Rico mengatakan Kota Medan memiliki talenta paduan suara yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Kebiasaan masyarakat yang dekat dengan aktivitas bernyanyi dinilai menjadi salah satu modal budaya yang dapat dikembangkan.

Karena itu, ia mendorong LP3KD memperkuat pembinaan melalui pelatihan yang lebih serius dan berkelanjutan.

"Terkait perlombaan Pesparani tingkat Provinsi maupun nasional, kami berharap Pesparani dari Medan akan disegani di pulau-pulau lain, akan disegani di Indonesia. Siapapun yang dari Kota Medan ini harus bisa menjadi paduan suara yang benar-benar dihormati," harap Rico Waas.

Selain pembinaan, Rico mendorong Pesparani lebih sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota Medan.

Menurut dia, penampilan paduan suara dapat memberikan nuansa emosional sekaligus memperkaya rangkaian acara pemerintah.

Sementara itu, Ketua LP3KD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor mengaku bangga sekaligus terharu atas perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap keberadaan LP3KD.

Antonius mengingatkan seluruh pengurus agar semangat dalam menjalankan organisasi tidak hanya muncul di awal kepengurusan.

Ia mendorong pengurus menjalankan program nyata dan melakukan konsolidasi hingga tingkat basis.

"Mari kita bergandengan tangan. Jangan seperti kembang api yang buss meledak lalu habis. Kita harus jalankan program-program nyata, melakukan konsolidasi ke setiap paroki dan stasi, serta merangkul para pastor dan dewan paroki agar semua bisa tersenyum riang gembira," tegasnya.

Menurut Antonius, kepengurusan baru LP3KD Kota Medan berkomitmen untuk terus membina pengembangan musik liturgi Katolik.

Organisasi tersebut juga akan mempererat sinergi antara gereja dan pemerintah daerah demi kemajuan bersama.* (ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Viral Anak Disebut Tak Dapat Kamar di RSU Muhammadiyah Medan, Ini Penjelasan Dinkes
Tak Sempat Menghindar! Truk Bermuatan Ikan Tabrak Pick Up hingga Hantam Bangunan Warga, Kernet Tewas Terjepit
Genjot Pembangunan dan Pelayanan Publik, Pemko Medan dan Bank Sumut Kompak Perkuat Sinergi Strategis
Bayi Dijual Rp15 Juta, Mantan Perawat Diduga Jadi Otak Penculikan di RS Sundari
Anggota TNI Jadi Saksi Kasus Obat Keras di Medan, Akui Ajak Terdakwa Antar Pil
Bayi Baru Lahir Dicuri dari RSU Sundari, Pelaku Menyamar Jadi Perawat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru