Prabowo Terima Dubes AS untuk ASEAN, Ini yang Dibahas
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN Kevin Kim dan Kuasa Usaha ad interim US Mission to ASE
NASIONAL
MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kota Medan mengembangkan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) menjadi kegiatan seni dan budaya yang digelar secara rutin.
Rico menilai Pesparani tidak seharusnya hanya diselenggarakan menjelang perlombaan tingkat nasional.
Kegiatan tersebut, kata dia, dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengembangkan seni paduan suara.Baca Juga:
Hal itu disampaikan Rico saat melantik Pengurus LP3KD Kota Medan periode 2025–2030 di Gedung Catholic Center, Jalan Mataram, Medan, Sabtu, 5 September 2026.
Pelantikan tersebut mengusung tema "Berjalan Bersama dalam Harmoni, Mewartakan Kasih dalam Satu Irama."
Rico mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
Ia berharap kepengurusan di bawah Ketua LP3KD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor dapat membawa organisasi semakin berkembang.
"Atas nama Pemko Medan, saya mengucapkan selamat kepada pengurus LP3KD yang baru saja dilantik dan akan menjalankan tugasnya hingga tahun 2030. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik dan menjadikan Pesparani ini hal yang begitu bermakna untuk Kota Medan," kata Rico Waas.
Menurut Rico, LP3KD memiliki tantangan besar untuk mengembangkan Pesparani di Kota Medan.
Namun, ia yakin pengurus baru mampu menjalankan amanah tersebut.
Rico secara khusus meminta kegiatan Pesparani diperbanyak.
Menurut dia, potensi paduan suara dan seni yang dimiliki umat Katolik perlu mendapat ruang untuk berkembang secara berkelanjutan.
"Untuk Pesparani sendiri, terutama LP3KD, kami berharap pergerakan Pesparani, terutama karena ada unsur kesenian di dalamnya, terutama paduan suara, kami ingin bergerak lebih progresif lagi untuk Kota Medan," ujar Rico Waas.
Rico menilai Pesparani tidak cukup hanya digelar satu kali dalam setahun atau saat menghadapi perlombaan tingkat nasional.
Ia ingin ada agenda rutin yang sekaligus menjadi wadah pembinaan dan memperkenalkan seni paduan suara kepada masyarakat luas.
"Harus ada kegiatan-kegiatan yang rutin dilakukan. Untuk itu Pemerintah Kota Medan berkeinginan sekali agar nantinya kerja sama dengan LP3KD bisa dilaksanakan agar ada kegiatan rutin yang terus-menerus untuk Pesparani," jelas Rico Waas.
Rico bahkan membayangkan Kota Medan memiliki tempat khusus yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan seni, mulai dari Pesparani, Pesparawi, paduan suara hingga orkestra.
Menurut dia, tempat tersebut idealnya memiliki kualitas akustik yang baik sehingga dapat menunjang penampilan para seniman.
Fasilitas itu juga diharapkan menjadi ruang pertunjukan yang bisa menarik masyarakat.
"Dengan adanya ruang pertunjukan dan agenda yang rutin, Rico berharap kegiatan Pesparani tidak hanya dinikmati komunitas internal, tetapi juga dapat menjadi salah satu daya tarik seni dan budaya Kota Medan", ucap Rico Waas.
Rico mengatakan Kota Medan memiliki talenta paduan suara yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Kebiasaan masyarakat yang dekat dengan aktivitas bernyanyi dinilai menjadi salah satu modal budaya yang dapat dikembangkan.
Karena itu, ia mendorong LP3KD memperkuat pembinaan melalui pelatihan yang lebih serius dan berkelanjutan.
"Terkait perlombaan Pesparani tingkat Provinsi maupun nasional, kami berharap Pesparani dari Medan akan disegani di pulau-pulau lain, akan disegani di Indonesia. Siapapun yang dari Kota Medan ini harus bisa menjadi paduan suara yang benar-benar dihormati," harap Rico Waas.
Selain pembinaan, Rico mendorong Pesparani lebih sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota Medan.
Menurut dia, penampilan paduan suara dapat memberikan nuansa emosional sekaligus memperkaya rangkaian acara pemerintah.
Sementara itu, Ketua LP3KD Kota Medan Antonius Devolis Tumanggor mengaku bangga sekaligus terharu atas perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap keberadaan LP3KD.
Antonius mengingatkan seluruh pengurus agar semangat dalam menjalankan organisasi tidak hanya muncul di awal kepengurusan.
Ia mendorong pengurus menjalankan program nyata dan melakukan konsolidasi hingga tingkat basis.
"Mari kita bergandengan tangan. Jangan seperti kembang api yang buss meledak lalu habis. Kita harus jalankan program-program nyata, melakukan konsolidasi ke setiap paroki dan stasi, serta merangkul para pastor dan dewan paroki agar semua bisa tersenyum riang gembira," tegasnya.
Menurut Antonius, kepengurusan baru LP3KD Kota Medan berkomitmen untuk terus membina pengembangan musik liturgi Katolik.
Organisasi tersebut juga akan mempererat sinergi antara gereja dan pemerintah daerah demi kemajuan bersama.* (ad)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN Kevin Kim dan Kuasa Usaha ad interim US Mission to ASE
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menegaskan bahwa kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. M
POLITIK
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan masyarakat perlu belajar dari pengalaman pemerintahan Pr
POLITIK
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengakui masih banyak masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi di
EKONOMI
JAKARTA Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY meminta seluruh kader Demokrat tetap jujur melihat kondisi yang dir
POLITIK
JAKARTA PT Pupuk Indonesia (Persero) menjajaki rencana pengembangan fasilitas produksi pupuk urea di Rusia dengan kapasitas hingga 3,5 j
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN Seorang perempuan yang berprofesi sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) di Kota Medan diamankan polisi karena diduga mengedarkan nar
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPTENG Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tapanuli Tengah membela Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu terkait polemik rendahnya penyerapan
PEMERINTAHAN
NIAS Gempa bumi dengan magnitudo 4,7 mengguncang Kabupaten Nias, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 5 September 2026.Berdasarkan informas
PERISTIWA
LUBUKPAKAM Sembilan ekor ikan koi milik Anita Nanda Sari, 30 tahun, dicuri dari kolam di samping rumahnya di Desa Limau Manis, Kecamatan
HUKUM DAN KRIMINAL