Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
ASAHAN — Pemerintah Kabupaten Asahan mulai menyusun Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Asahan Tahun 2026.
Penyusunan dokumen tersebut dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan, Rabu, 16 September 2026.
FGD dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs. Zainal Arifin Sinaga, M.H.
Baca Juga:
Kegiatan ini diikuti sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga unsur penanggulangan bencana.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Direktorat Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB dan BPBD Provinsi Sumatera Utara melalui Zoom Meeting.
Turut hadir perwakilan Dandim 0208/Asahan, perwakilan Kapolres Asahan, konsultan CV Wastu Cipta Medan, staf ahli bupati, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Asahan, Kepala Pos SAR Tanjungbalai-Asahan, narasumber, dan tamu undangan lainnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Dr. Bukit Buchori Siagian, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa FGD digelar untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan dalam penyusunan rencana penanggulangan bencana.
Menurut dia, dokumen tersebut diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan penanggulangan bencana di Kabupaten Asahan agar berjalan secara terpadu dan terarah.
Penyusunan rencana itu juga diarahkan untuk mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam menghadapi potensi bencana.
"Melalui dokumen perencanaan ini diharapkan dapat dilakukan upaya pengurangan risiko bencana serta peningkatan ketangguhan daerah terhadap potensi ancaman bencana di Kabupaten Asahan," ujarnya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Drs. Zainal Arifin Sinaga, M.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bimbingan dan arahan Bupati Asahan sekaligus membuka kegiatan FGD secara resmi.
Dalam arahannya, Sekda berharap pembahasan penyusunan rencana penanggulangan bencana dapat menghasilkan dokumen yang nantinya menjadi pedoman pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Ia juga meminta seluruh pihak memberikan masukan sesuai tugas dan bidang masing-masing.
Masukan tersebut diperlukan agar rencana yang disusun dapat menggambarkan kebutuhan penanggulangan bencana secara lebih menyeluruh.
Dengan perencanaan yang komprehensif, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus memperkuat penanganan ketika bencana terjadi.
Setelah pembukaan, FGD dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber.
Salah satunya Manutur Parulian Naibaho, S.Sos., S.H., M.Si., Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Provinsi Sumatera Utara.
Ia menyampaikan materi dengan tema "Kesiapan dalam Penanggulangan Dampak Bencana".
Materi tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana dan dampaknya terhadap masyarakat.
Selain itu, Direktorat Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB memberikan pemaparan melalui Zoom Meeting.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Kabupaten Asahan Tahun 2026.
Melalui FGD ini, Pemerintah Kabupaten Asahan berupaya menyusun perencanaan penanggulangan bencana yang melibatkan berbagai unsur.
Dokumen tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pengurangan risiko bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Asahan.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.