BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

Penantian 20 Tahun Berakhir, Air Bersih PDAM Segera Mengalir ke Griya Kencana Medan

Abyadi Siregar - Kamis, 08 Oktober 2026 13:28 WIB
Penantian 20 Tahun Berakhir, Air Bersih PDAM Segera Mengalir ke Griya Kencana Medan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung proses pemasangan dan distribusi pipa air bersih di Perumahan Griya Kencana, Kamis, 8 Oktober 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Setelah hampir dua dekade menanti, warga Perumahan Griya Kencana, Lingkungan 1, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, akhirnya segera mendapatkan akses air bersih melalui jaringan perpipaan PDAM Tirtanadi.

Pemasangan jaringan perpipaan tersebut disambut antusias warga.

Selama bertahun-tahun, mereka mengandalkan air sumur bor yang kondisinya dinilai tidak layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung proses pemasangan dan distribusi pipa air bersih di Perumahan Griya Kencana, Kamis, 8 Oktober 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Rico memastikan pemasangan jaringan perpipaan PDAM Tirtanadi terus dikebut.

Berdasarkan hasil peninjauannya, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 85 persen dan diperkirakan selesai dalam satu hingga dua minggu mendatang.

"Ada usulan warga juga yaitu pembangunan pipanisasi untuk PDAM di Kompleks Griya Kencana ini yang selama ini masih menggunakan sumur bor. Sumur bor ini kondisinya kurang baik, kurang layak. Artinya kuning, ada karat, bahkan menimbulkan bau," kata Rico Waas.

Menurut Rico, pembangunan jaringan perpipaan menjadi solusi agar layanan air PDAM dapat masuk dan dimanfaatkan oleh masyarakat di kawasan tersebut.

"Memang harus kita lakukan pipanisasi, sehingga nanti air PDAM bisa masuk ke masyarakat. Ini kami melihat kondisinya sudah 85 persen, mungkin sekitar satu sampai dua minggu lagi sudah selesai," ujar Rico Waas.

Rico juga meminta pihak kelurahan segera mendata warga yang ingin menjadi pelanggan PDAM Tirtanadi setelah jaringan perpipaan selesai dibangun.

"Kami minta pihak wilayah kelurahan untuk bisa mendata warga-warga yang langsung ingin menggunakan PDAM," pungkasnya.

Penasihat Serikat Tolong Menolong (STM) Eklisia sekaligus warga Perumahan Griya Kencana, Arjuna Pandia, menyampaikan rasa syukur atas perhatian Pemerintah Kota Medan.

Menurut Arjuna, kedatangan langsung Wali Kota Medan menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini menghadapi persoalan air bersih.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Pak Wali Kota. Masalah air ini sudah kami nantikan hampir 20 tahun. Baru kali ini perumahan kami mendapatkan air bersih," ujar Arjuna.

Selama ini, warga menggunakan air sumur bor yang disebut berwarna kuning pekat, berminyak, mengandung karat, serta menimbulkan bau.

Kondisi tersebut membuat air sulit digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

Air sumur juga disebut meninggalkan noda pada pakaian saat digunakan untuk mencuci.

Untuk kebutuhan memasak, minum, dan mengolah makanan, warga harus membeli air galon isi ulang setiap hari.

"Dengan masuknya air bersih ini, kami berharap airnya benar-benar layak konsumsi sehingga warga tidak perlu lagi terus-menerus membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari," lanjut Arjuna.

Dalam kunjungan tersebut, Rico Waas tidak hanya meninjau persoalan air bersih.

Ia juga melihat kondisi infrastruktur di dalam kompleks, termasuk jalan, drainase, dan penerangan.

Kondisi jalan di kawasan tersebut disebut mengalami kerusakan cukup parah.

Sementara drainase yang tersedia dinilai terlalu kecil sehingga belum mampu mendukung sistem pengaliran air secara optimal.

"Nah, lalu saya juga mengecek kondisi jalan komplek. Kondisi jalan komplek ini termasuk yang rusak parah, dan juga drainasenya kurang baik. Maka dari itu saya sampaikan menjadi atensi saya agar diperbaiki di komplek ini," ujar Rico Waas.

Rico mengatakan persoalan drainase juga akan menjadi perhatian pemerintah.

Sejumlah saluran yang ada saat ini merupakan drainase lama yang membutuhkan penanganan.

"Drainase dibangun. Tetap kita bangunkan karena masih drainase lama. Beberapa titik nanti juga pasti, ya, penerangan jalan juga harus," ucap Rico Waas.

Lurah Namo Gajah Erwin Elkana Tarigan mengatakan Perumahan Griya Kencana telah dibangun sejak 2007.

Fasilitas umum kawasan tersebut kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kota Medan sekitar 2022.

Menurut Erwin, sekitar 200 kepala keluarga tinggal di kawasan tersebut.

Ia menyebut terdapat empat persoalan utama yang selama ini menjadi perhatian warga, yakni jalan, drainase, penerangan, dan air bersih.

"Permasalahannya yang pertama adalah jalan, seperti yang disampaikan tadi. Kemudian drainasenya kecil. Kemudian yang ketiga, lampu. Dan ya pasti air bersih," ungkap Erwin.

Erwin mengatakan persoalan air bersih kini mulai mendapatkan solusi setelah jaringan pipanisasi PDAM masuk ke kawasan perumahan tersebut.

"Air bersih sudah diatasi dengan dimasukkannya pipanisasi. Semoga kendala-kendala yang terjadi bisa diantisipasi karena kepedulian Pak Wali Kota", katanya.

Dengan progres pemasangan jaringan yang telah mencapai sekitar 85 persen, warga Griya Kencana kini tinggal menunggu penyelesaian jaringan sebelum dapat menikmati layanan air PDAM Tirtanadi.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Nagori Silou Huluan Wakili Simalungun di Evaluasi PTP2WKSS Sumut 2026, Ketua TP PKK Darmawati: Menang atau Tidak Adalah Bonus
PTPN IV Regional II Salurkan Bantuan Dump Truk, Pemkab Simalungun Siap Perkuat Layanan Kebersihan
Istana Belum Ambil Sikap soal Putusan MK Gibran, Ini Alasannya
KPK Periksa Kadis SDABMBK Medan, Dalami Kasus Suap Bupati Langkat Ondim
Badut-badut Demokrasi
Terungkap! Pria yang Jatuh dari Lantai 22 UNPRI Medan Ternyata Bukan Mahasiswa UNPRI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru