BREAKING NEWS
Kamis, 08 Oktober 2026

20 Tahun Mandi Air Bau! Warga Griya Kencana Medan Akhirnya Segera Nikmati Air Clean PDAM

Abyadi Siregar - Kamis, 08 Oktober 2026 18:46 WIB
20 Tahun Mandi Air Bau! Warga Griya Kencana Medan Akhirnya Segera Nikmati Air Clean PDAM
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung pemasangan jaringan perpipaan di kawasan tersebut, Kamis (8/10/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Setelah menanti hampir 20 tahun, warga Perumahan Griya Kencana, Lingkungan 1, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, segera mendapatkan suplai air bersih dari jaringan PDAM Tirtanadi.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau langsung pemasangan jaringan perpipaan di kawasan tersebut, Kamis (8/10/2026). Dari hasil peninjauan, progres pemasangan pipa disebut telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua pekan.

Rico mengatakan pembangunan jaringan perpipaan dilakukan untuk menjawab keluhan warga yang selama ini masih mengandalkan sumur bor dengan kondisi air yang dinilai kurang layak.

Baca Juga:

"Ada usulan warga juga yaitu pembangunan pipanisasi untuk PDAM di Kompleks Griya Kencana ini yang selama ini masih menggunakan sumur bor. Sumur bor ini kondisinya kurang baik, kurang layak. Artinya kuning, ada karat, bahkan menimbulkan bau," kata Rico.

Menurut Rico, masuknya jaringan perpipaan diharapkan dapat membuat air PDAM segera dimanfaatkan warga.

"Memang harus kita lakukan pipanisasi, sehingga nanti air PDAM bisa masuk ke masyarakat. Ini kami melihat kondisinya sudah 85 persen, mungkin sekitar satu sampai dua minggu lagi sudah selesai," ujarnya.

Rico juga meminta pihak Kelurahan Namo Gajah segera mendata warga yang ingin menggunakan layanan PDAM Tirtanadi setelah jaringan selesai dibangun.

"Kami minta pihak wilayah kelurahan untuk bisa mendata warga-warga yang langsung ingin menggunakan PDAM," katanya.

Penasihat Serikat Tolong Menolong (STM) Eklisia sekaligus warga kompleks, Arjuna Pandia, mengaku bersyukur atas perhatian Pemko Medan terhadap persoalan air bersih di kawasan tersebut.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Pak Wali Kota. Masalah air ini sudah kami nantikan hampir 20 tahun. Baru kali ini perumahan kami mendapatkan air bersih," ujar Arjuna.

Selama ini, warga disebut menggunakan air sumur bor yang berwarna kuning, berminyak, mengandung karat, dan menimbulkan bau. Kondisi tersebut juga menyulitkan warga dalam mencuci pakaian karena air dapat meninggalkan noda.

Untuk kebutuhan memasak, minum, dan mengolah makanan, warga terpaksa membeli air galon isi ulang setiap hari.

"Dengan masuknya air bersih ini, kami berharap airnya benar-benar layak konsumsi sehingga warga tidak perlu lagi terus-menerus membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari," lanjut Arjuna.

Dalam kunjungan tersebut, Rico tidak hanya meninjau pemasangan jaringan air. Dia juga melihat kondisi jalan dan drainase di dalam kompleks yang selama ini menjadi keluhan warga.

Menurut Rico, sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Sementara drainase dinilai terlalu kecil untuk mendukung sistem pengaliran air dengan baik.

"Nah, lalu saya juga mengecek kondisi jalan komplek. Kondisi jalan komplek ini termasuk yang rusak parah, dan juga drainasenya kurang baik. Maka dari itu saya sampaikan menjadi atensi saya agar diperbaiki di komplek ini," kata Rico.

Rico mengatakan persoalan drainase juga akan menjadi bagian dari penanganan. Selain itu, penerangan jalan turut menjadi perhatian.

"Drainase dibangun. Tetap kita bangunkan karena masih drainase lama. Beberapa titik nanti juga pasti, ya, penerangan jalan juga harus," ujarnya.

Lurah Namo Gajah Erwin Elkana Tarigan mengatakan Perumahan Griya Kencana telah dibangun sejak 2007 dan fasilitas umum kawasan tersebut diserahkan kepada Pemko Medan sekitar 2022.

Saat ini terdapat sekitar 200 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan tersebut. Erwin menyebut ada empat persoalan utama yang selama ini dikeluhkan warga, yakni jalan, drainase, penerangan, dan air bersih.

"Permasalahannya yang pertama adalah jalan, seperti yang disampaikan tadi. Kemudian drainasenya kecil. Kemudian yang ketiga, lampu. Dan ya pasti air bersih," ungkap Erwin.

Erwin mengatakan persoalan air bersih mulai mendapatkan solusi dengan masuknya jaringan pipanisasi PDAM Tirtanadi. Dia berharap penanganan persoalan infrastruktur lainnya juga dapat segera dilanjutkan.

"Air bersih sudah diatasi dengan dimasukkannya pipanisasi. Semoga kendala-kendala yang terjadi bisa diantisipasi karena kepedulian Pak Wali Kota," katanya.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru