BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

Hari Santri Nasional 2026, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ajak Santri Berkontribusi Menuju Indonesia Emas

Muhammad Taufik - Jumat, 23 Oktober 2026 08:29 WIB
Hari Santri Nasional 2026, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ajak Santri Berkontribusi Menuju Indonesia Emas
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pesantren Alwashliyah Gading, Kamis, 22 Oktober 2026. (foto: Pemkot Tanjungbalai)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANJUNGBALAI — Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Pesantren Alwashliyah Gading, Kamis, 22 Oktober 2026.

Peringatan tahun ini mengangkat tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", yang menekankan pentingnya peran santri dalam menghadapi perkembangan zaman melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia.

Dalam upacara tersebut, Muhammad Fadly Abdina bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan komandan upacara dipercayakan kepada salah seorang santri Alwashliyah Gading.

Baca Juga:

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungbalai, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungbalai, perwakilan Lanal Tanjungbalai Asahan, Brimob TBA, Lapas Tanjungbalai, Pengadilan Agama, Kodim 0208 TBA, Kejaksaan Negeri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala madrasah se-Kota Tanjungbalai.

Kehadiran Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam peringatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peran pesantren dan santri dalam membentuk karakter generasi muda serta berkontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam amanatnya, Muhammad Fadly Abdina membacakan pesan Menteri Agama yang menegaskan bahwa tema Hari Santri Nasional 2026 mengandung tanggung jawab besar bagi santri dalam menentukan masa depan Indonesia.

Jika pada masa lalu santri turut memperjuangkan kemerdekaan, kini perjuangan tersebut perlu dilanjutkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak.

"Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta bagi seorang santri tidak boleh padam," demikian pesan dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan pada upacara tersebut.

Amanat itu juga menyoroti cita-cita Indonesia menuju usia satu abad kemerdekaan pada 2045.

Indonesia Emas diharapkan menjadi masa ketika bangsa ini semakin maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan negara-negara lain.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga berakhlak mulia, menguasai teknologi, dan mampu menghasilkan inovasi.

Santri pun didorong untuk memiliki cita-cita tinggi dan tidak membatasi diri hanya pada bidang keagamaan.

Dengan pendidikan dan kerja keras, santri dapat menjadi ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa.

Amanat Menteri Agama juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pendidikan agama dan penguasaan ilmu pengetahuan modern.

Tradisi pesantren perlu dipertahankan, tetapi santri juga harus siap menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi.

Santri diharapkan menjadi generasi yang teguh memegang nilai-nilai Islam, terbuka terhadap kemajuan, dan mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Selain kecerdasan, kejujuran, integritas, dan kepedulian sosial menjadi nilai penting yang harus dimiliki generasi muda.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi untuk membangun bangsa yang kuat dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter tersebut.

Melalui pendidikan agama dan kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren, para santri belajar menjaga akhlak, membangun kemandirian, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Karena itu, peran pesantren perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan.

Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga akhlak, memperluas wawasan, dan mengambil bagian dalam pembangunan Indonesia.

"Jadilah santri yang menguatkan negeri menuju Indonesia Emas," demikian pesan penutup amanat Menteri Agama dalam peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Kota Tanjungbalai.

Peringatan Hari Santri Nasional di Tanjungbalai diharapkan menjadi momentum bagi para santri untuk memperkuat semangat belajar, meningkatkan pengabdian, serta menjaga nilai-nilai keislaman.

Dengan bekal ilmu agama, penguasaan teknologi, dan akhlak mulia, santri diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Tanjungbalai Terima Aliansi Cipayung Plus, Mahasiswa Soroti Janji Politik dan Pelayanan Publik
Wagub Sumut Surya Hadiri Rakornas TPAKD, Dorong Akses Keuangan bagi UMKM dan Masyarakat
Tepis Isu Antikritik, Istana Buka-bukaan: Tak Ada yang Ditangkap Karena Hina Prabowo Selama 2 Tahun
Peringati Hari Santri 2026, Wali Kota Medan Ajak Pesantren Adaptasi Perkembangan Zaman
Wali Kota Medan Ajak Santri Kuasai Teknologi dan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045
“Yang Cadangan Akan Kita Mainkan” Prabowo Beri Sinyal Reshuffle Kabinet Merah Putih?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru