BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

Jalan Asahan Bakal Disulap Jadi Kawasan Heritage, Wali Kota Tanjungbalai Ajak Pengusaha Ikan Berkolaborasi

Muhammad Taufik - Jumat, 23 Oktober 2026 08:39 WIB
Jalan Asahan Bakal Disulap Jadi Kawasan Heritage, Wali Kota Tanjungbalai Ajak Pengusaha Ikan Berkolaborasi
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim dalam pertemuan dengan para pengusaha ikan di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Kamis sore, 22 Oktober 2026. (foto: Pemkot Tanjungbalai)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANJUNGBALAI — Pemerintah Kota Tanjungbalai berencana menata kawasan Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, menjadi kawasan heritage atau kawasan bersejarah.

Penataan ini mencakup pengecatan bangunan, perbaikan drainase, pemasangan lampu jalan, hingga penertiban aktivitas bongkar muat.

Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mengajak para pengusaha ikan yang menjalankan usaha di kawasan tersebut untuk terlibat dalam rencana penataan.

Baca Juga:

Ajakan itu disampaikan dalam pertemuan di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Kamis sore, 22 Oktober 2026.

Kawasan Jalan Asahan dipilih karena memiliki bangunan-bangunan tua dengan arsitektur peninggalan Belanda yang dinilai menyimpan nilai sejarah.

Pemerintah kota ingin menghidupkan kembali kawasan tersebut agar lebih tertata, bersih, indah, dan menarik bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tajul Abrar, Kepala Bapperida Mariani, Kepala BPKPD Siti Fatimah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andri Ginting, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Mahyaruddin mengatakan penataan kawasan Jalan Asahan membutuhkan dukungan dan kesepahaman antara pemerintah dan para pengusaha.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengecat bangunan-bangunan di kawasan tersebut dengan warna yang beragam agar tampil lebih menarik.

"Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan harapan dan keinginan menjadikan jalan Asahan menjadi kawasan Heritage dengan melakukan pengecatan seluruh bangunan dengan warna warni di setiap bangunan. Ini merupakan kawasan yang punya nilai sejarah, untuk itu kita perlu keinginan bersama agar kawasan tersebut dapat kita wujudkan," jelas Wali Kota.

Menurut dia, perubahan wajah Jalan Asahan diharapkan memberikan kesan positif bagi masyarakat dan pendatang yang berkunjung ke Kota Tanjungbalai.

Kawasan yang lebih rapi, bersih, dan berwarna juga diharapkan dapat memperkuat daya tarik kota.

"Kalau kondisi kawasan jalan Asahan dapat kita wujudkan menjadi kawasan Heritage tentunya akan memberi nilai positif bagi para pendatang yang mengunjungi Kota Tanjungbalai karena terlihat perubahan kawasan yang lebih tertata rapi, indah, bersih, jalan mulus dan berwarna," jelas Wali Kota.

Penataan tersebut tidak hanya menyangkut tampilan bangunan.

Pemerintah kota juga berencana membenahi drainase dan menyediakan penerangan jalan umum (LPJU) bertenaga surya untuk mendukung kenyamanan kawasan.

Selain menata kawasan bersejarah, Mahyaruddin mendorong para pengusaha memperluas pemasaran produk ikan asal Tanjungbalai.

Ia menilai produk perikanan daerah tersebut perlu lebih dikenal di berbagai wilayah Indonesia hingga pasar luar negeri.

Menurut Mahyaruddin, produk ikan dari Tanjungbalai selama ini belum sepenuhnya dikenal masyarakat berdasarkan daerah asalnya.

Ia mencontohkan produk ikan teri yang kerap dikenal sebagai ikan teri Medan, meskipun ada yang berasal dari Tanjungbalai.

Wali kota pun meminta para pengusaha mencantumkan identitas daerah pada kemasan produk agar asal produk lebih mudah dikenali konsumen.

"Singkat cerita, saya mengajak bapak/ibu para pengusaha berdiskusi saat ini untuk menyamakan persepsi. Saya meminta para pengusaha menggunakan label Produk Tanjungbalai pada kemasan/Packaging, jangan tinggalkan nama Tanjungbalai," tambahnya.

Ia juga mengajak para pelaku usaha untuk bangga terhadap produk lokal dan mempromosikannya secara berkelanjutan.

Pemerintah berharap penguatan identitas produk dapat membantu memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan daerah.

Di sisi lain, Mahyaruddin mengingatkan para pengusaha agar memenuhi kewajiban administrasi usaha, termasuk mengurus perizinan dan membayar retribusi kebersihan maupun kewajiban lainnya sesuai ketentuan.

Dalam pertemuan tersebut, Mahyaruddin juga menyoroti aktivitas kendaraan dan bongkar muat barang di Jalan Asahan.

Pemerintah kota ingin memastikan kegiatan usaha tidak mengganggu kelancaran lalu lintas maupun merusak fasilitas umum.

Ia menegaskan truk roda 10 tidak lagi diperbolehkan melakukan bongkar muat di Jalan Asahan.

Aktivitas parkir berlapis juga menjadi perhatian, begitu pula penggunaan badan jalan untuk kegiatan usaha.

Pemerintah kota juga merencanakan pembatasan kegiatan bongkar muat pada malam hari hingga paling lama pukul 22.00 WIB.

Penertiban ini ditujukan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Mahyaruddin meminta para pengusaha turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.

Menurut dia, keberhasilan penataan kawasan membutuhkan kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan sekaligus kepedulian dalam merawat fasilitas publik.

Ia mengaitkan rencana tersebut dengan visi pembangunan Tanjungbalai EMAS, yaitu Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera. Pemerintah kota, kata dia, membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha agar program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Salah seorang pengusaha ikan, Budianto Sitindaon, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai atas perhatian terhadap kawasan Jalan Asahan, termasuk perbaikan jalan yang telah dilakukan.

Budianto mengatakan dirinya bersama para pengusaha lain siap mendukung program dan kebijakan yang disampaikan wali kota.

Namun, ia juga meminta pemerintah segera memperbaiki drainase di kawasan tersebut.

"Saya dan kawan-kawan disini berikan aplaus, untuk apa yang disampaikan Pak Wali tentunya kami siap mendukung apa yang disampaikan Pak Wali, program dan kebijakan Wali Kota," jelasnya.

Dukungan para pengusaha dinilai menjadi salah satu modal untuk merealisasikan rencana penataan kawasan.

Meski demikian, pelaksanaannya tetap membutuhkan koordinasi teknis antara pemerintah dan pelaku usaha, termasuk terkait pengecatan bangunan, perbaikan infrastruktur, dan pengaturan kegiatan perdagangan.

Mahyaruddin mengatakan pemerintah kota telah menyiapkan peta jalan atau roadmap untuk menata kawasan Jalan Asahan.

Pembenahan drainase menjadi salah satu pekerjaan yang akan ditangani, disertai rencana pemasangan lampu penerangan jalan tenaga surya.

Di kawasan Jalan Asahan, pemerintah merencanakan pemasangan 14 titik lampu jalan tenaga surya.

Sementara itu, tiga ruas jalan menuju kawasan waterfront direncanakan mendapat tambahan sembilan titik lampu.

Rencana pengecatan bangunan juga akan diatur lebih lanjut melalui mekanisme teknis.

Pengaturan tersebut diperlukan agar penataan dapat berjalan terarah dan tetap memperhatikan karakter kawasan bersejarah.

Mahyaruddin berharap Jalan Asahan dapat kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti pada masa lalu.

Ia ingin menghidupkan kembali suasana kawasan yang dahulu dikenal dengan berbagai kegiatan, termasuk pertunjukan barongsai.

"Saya punya mimpi mengembalikan Jalan Asahan yang dulu dikenal adanya kegiatan seperti Barongsai dan lainya, saya rindu Tanjungbalai seperti 20 tahun yang lalu. Saya ingin mengembalikan itu, kawasan Jalan Asahan akan kita jadikan pusat aktifitas kegiatan tersebut," tutup Wali kota Mahyaruddin.

Pertemuan antara pemerintah kota dan para pengusaha ikan tersebut ditutup dengan foto bersama dan bersalaman.

Pemerintah berharap kerja sama yang terbangun dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan Jalan Asahan sebagai kawasan bersejarah yang tertata sekaligus mendukung perkembangan ekonomi Kota Tanjungbalai.
* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wawako Tanjungbalai Pastikan Gerakan Pangan Murah Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pokok
Hari Santri Nasional 2026, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Ajak Santri Berkontribusi Menuju Indonesia Emas
Wali Kota Tanjungbalai Terima Aliansi Cipayung Plus, Mahasiswa Soroti Janji Politik dan Pelayanan Publik
Wagub Sumut Surya Hadiri Rakornas TPAKD, Dorong Akses Keuangan bagi UMKM dan Masyarakat
Menaker Yassierli Siapkan Skema Vokasi 4 Bulan di KEK untuk Tekan Angka Pengangguran
Hadir di WCCE 2026, Wagub Sumut Sebut Inovasi Jadi Kunci Utama Pengembangan Ekonomi Kreatif
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru