BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

Menaker Yassierli Siapkan Skema Vokasi 4 Bulan di KEK untuk Tekan Angka Pengangguran

gusWedha - Kamis, 22 Oktober 2026 20:53 WIB
Menaker Yassierli Siapkan Skema Vokasi 4 Bulan di KEK untuk Tekan Angka Pengangguran
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dalam Rapat Kerja Nasional KEK Triwulan III Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyiapkan skema pelatihan vokasi selama empat bulan yang terintegrasi dengan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Program ini dirancang untuk menyesuaikan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan sekaligus meningkatkan peluang penyerapan tenaga kerja.

Rencana tersebut disampaikan Yassierli dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK Triwulan III Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, keberhasilan pelatihan vokasi tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti program, tetapi juga dari kesesuaian keterampilan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang mereka memperoleh pekerjaan.

"KEK ini akan menjadi satu ekosistem yang tidak hanya di industri, tetapi juga ada institusi pendidikan yang mendukung, kemudian pelatihan vokasi, para peserta yang mengikuti program magang, nanti juga akan ada startup, UMKM, dan lainnya," ujar Yassierli.

Baca Juga:

Melalui konsep tersebut, KEK diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi dan investasi, tetapi juga tempat pengembangan keterampilan, kewirausahaan, serta penyerapan tenaga kerja.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkenalkan konsep KEK Skills Ecosystem, yakni kolaborasi antara pengelola kawasan, perusahaan, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) atau lembaga vokasi, pemerintah daerah, lembaga sertifikasi, serta inkubator usaha.

Kolaborasi itu ditujukan untuk menerjemahkan kebutuhan tenaga kerja perusahaan menjadi materi pelatihan yang relevan. Kompetensi peserta juga akan dinilai berdasarkan standar yang berlaku agar hasil pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan rekrutmen industri.

Dalam skema yang direncanakan, pelatihan berlangsung selama empat bulan. Peserta akan menjalani dua bulan pembelajaran di BPVP, kemudian melanjutkan dua bulan berikutnya di lingkungan KEK untuk memperoleh pengalaman praktik industri.

Pada tahap pembelajaran awal, peserta dibekali keterampilan dasar sesuai bidang yang dibutuhkan. Selanjutnya, praktik di lingkungan industri diharapkan membantu peserta memahami proses kerja, penggunaan peralatan, standar mutu, prosedur operasional, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Kemnaker juga merancang enam tahapan dalam pelaksanaan KEK Skills Ecosystem. Tahap pertama adalah memetakan kebutuhan jabatan, jumlah tenaga kerja, kompetensi yang disyaratkan, dan jadwal rekrutmen perusahaan. Pemetaan ini menjadi dasar untuk menentukan jenis pelatihan serta jumlah peserta yang perlu disiapkan.

Tahap kedua adalah menyusun modul pembelajaran berdasarkan unit kompetensi, standar operasional prosedur (SOP), kebutuhan peralatan, standar mutu, dan ketentuan K3. Setelah itu, peserta mengikuti pelatihan teori dan praktik dasar dengan pendampingan instruktur.

Tahap keempat berfokus pada pengalaman kerja terstruktur di lingkungan industri dengan pendampingan mentor. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan dapat menerapkan keterampilan yang telah dipelajari sekaligus memahami budaya kerja dan tuntutan produktivitas.

Tahap berikutnya adalah asesmen dan sertifikasi berdasarkan standar yang berlaku untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta. Tahap terakhir berupa pembangunan basis data talenta yang dapat digunakan untuk mendukung rekrutmen, memantau penempatan kerja, dan mengevaluasi pelaksanaan program.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Perkuat 'Link and Match' Kampus-Industri, Mahasiswa Magister USK Pelajari Sistem K3 di PT PIM
Sejumlah Desa di Asahan Belum Lengkapi Administrasi PKK, Ketua TP PKK Minta Pembenahan
“Mana Saksinya?” Hakim Kesal saat Sidang Dugaan Korupsi Jasa Pemanduan Kapal KSOP Belawan
Modus Tuduh Bawa Narkoba: Pemalak Sopir Truk Viral di Tapteng Akhirnya Diciduk Polisi
Ngebut Hantam Tiang Hingga Terguling di Labusel, Bus Bintang Utara Bikin 22 Penumpang Luka: Sopir Malah Kabur
Sidang Korupsi PNBP KSOP Belawan: Saksi Kaget Banyak Kapal Disebut Tak Bayar, Hasil Crosscheck Ternyata Sudah Bayar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru