JAKARTA -Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pembicaraan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai komposisi kabinet mendatang. Dalam kesempatan yang diadakan di NasDem Tower, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/9), Surya menyatakan bahwa komunikasi terkait hal tersebut telah berlangsung lebih dari sekali.
“Apakah sudah bicara-bicara? Ada, sudah lebih dari satu kali. Komunikasi dengan saya selaku ketum NasDem itu sudah lebih, paling tidak, mungkin dua atau tiga kali,” ujarnya.
Dalam konteks pembicaraan tersebut, Surya menegaskan bahwa Partai NasDem tidak perlu menjadi prioritas dalam penempatan kursi menteri. Ia memahami bahwa partainya bukanlah pejuang Koalisi Indonesia Maju sejak awal, sehingga tidak etis jika NasDem meminta jatah menteri sementara partai lain yang telah berjuang bersama Prabowo terpinggirkan.
“Jawaban yang jujur, saya mengutarakan kepada Pak Prabowo, NasDem memberikan kesempatan kepada beliau dan kepada seluruh kebijakan beliau untuk memprioritaskan seluruh partai-partai politik di luar partai NasDem untuk masuk di kabinet,” tutur Surya.
Ia menambahkan, “Artinya NasDem bukan prioritas, itu yang saya harapkan.” Surya Paloh menyatakan bahwa sikap tersebut adalah bentuk penghormatan kepada partai-partai lain yang telah mendukung Prabowo sejak awal, dan mengharapkan agar NasDem ditempatkan di posisi yang paling belakang dalam komposisi kabinet.
“Tidak kalah terhormat untuk memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita, partai-partai politik lainnya. Jadi, kalau bisa mempertimbangkan NasDem itu paling ujung saja, paling belakang saja. Bukan nomor satu,” ungkapnya.
Surya juga menekankan pentingnya etika politik dalam pembagian kursi menteri. Ia menegaskan bahwa Partai NasDem memahami posisi mereka dan tidak ingin mengabaikan perjuangan partai lain yang telah berkomitmen lebih awal.
“Meskipun kita tidak memperjuangkan sejak awal pada Pilpres untuk mendukung Pak Prabowo, ini ada proses pendidikan dan etika politik yang ingin diupayakan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Surya Paloh tidak mempermasalahkan jika kabinet Prabowo kelak menjadi gemuk. Ia menyampaikan, “Kita hanya menegaskan kembali sikap partai NasDem, yaitu semuanya penghormatan dan penghargaan ke hak prerogatif presiden untuk mengatur lalu lintas komposisi nomenklatur, bahkan penempatan daripada person di dalam kabinet.”
Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, dijadwalkan akan dilantik pada 20 Oktober 2024 mendatang. Hingga saat ini, komposisi menteri untuk kabinet baru belum diumumkan, menunggu keputusan final dari Prabowo sebagai presiden terpilih.
Dalam pernyataannya, Surya Paloh menunjukkan kedewasaan politik dan komitmen untuk mendukung pemerintahan yang baru, meskipun dalam posisi yang mungkin tidak menguntungkan bagi partainya. Ini adalah langkah strategis yang dapat memperkuat hubungan antara NasDem dan pemerintahan mendatang, serta menunjukkan sikap saling menghormati antarpartai politik.
(N/014)
NasDem Tak Jadi Prioritas dalam Kabinet Prabowo, Surya Paloh Berharap Kesempatan untuk Partai Lain