Harga Emas Antam Lagi Diam di Rp2,79 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Minggu, 31 Mei 2026, terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan perd
EKONOMI
JAKARTA –Yenny Wahid, putri dari Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurahman Wahid (Gus Dur), memberikan komentar tajam terhadap keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia yang dinilai telah mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas Pilkada 2024. Dalam unggahan terbaru di akun Instagramnya, @yennywahid, Kamis (22/8), Yenny mengkritik keras tindakan DPR RI yang dianggap tidak sesuai dengan harapan demokrasi.
Yenny Wahid memposting pernyataan yang menyebut bahwa DPR saat ini telah menunjukkan sikap yang sangat mengecewakan, dengan mengibaratkan lembaga legislatif tersebut sebagai “taman kanak-kanak.” Kritikan ini muncul sebagai respons terhadap keputusan DPR yang memutuskan untuk menganulir putusan MK mengenai ambang batas pencalonan kepala daerah untuk Pilkada 2024.
“DPR seperti taman kanak-kanak,” ujar Yenny dalam unggahan Instagramnya. Pernyataan tersebut mengungkapkan ketidakpuasan Yenny terhadap perilaku dan keputusan anggota DPR yang dinilainya tidak dewasa dan tidak bertanggung jawab.
Yenny melanjutkan, “Baru saja menikmati secercah cahaya demokrasi, eh dihantam lagi kirain udah lulus TK, ternyata malah turun ke PAUD.” Pernyataan ini menggambarkan rasa frustasinya terhadap kemunduran yang terjadi dalam sistem politik Indonesia, yang menurutnya justru semakin tidak matang dan tidak profesional.
Sebelumnya, MK telah memutuskan bahwa ambang batas pencalonan kepala daerah harus didasarkan pada daftar pemilih tetap di masing-masing daerah, serta menetapkan usia minimal calon kepala daerah adalah 30 tahun pada saat ditetapkan sebagai calon. Namun, DPR RI memutuskan untuk mengabaikan putusan tersebut dalam proses revisi UU Pilkada, yang dianggap oleh banyak pihak sebagai upaya untuk melawan prinsip-prinsip demokrasi yang telah ditetapkan.
Dalam unggahannya, Yenny juga menyoroti bahwa perubahan kebijakan tersebut menunjukkan ketidakseriusan dan ketidakprofesionalan DPR dalam menjalankan tugas legislatifnya. Ia menekankan perlunya kesabaran dari rakyat dalam menghadapi penguasa yang dianggap telah “lupa diri” dan tidak memperhatikan kepentingan umum.
“Jadi rakyat memang harus sabar ketika penguasa sedang lupa diri,” ungkap Yenny. Pesan ini ditujukan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya ketahanan dan kesadaran politik, meskipun menghadapi tantangan dan kekecewaan terhadap sistem pemerintahan yang ada.
Unggahan Yenny Wahid ini mendapat perhatian luas dari publik dan berbagai kalangan, termasuk para pengamat politik dan aktivis demokrasi. Kritikannya terhadap DPR RI menggambarkan ketidakpuasan yang meluas mengenai cara lembaga legislatif menangani isu-isu penting terkait demokrasi dan hukum di Indonesia.
Dengan situasi politik yang semakin kompleks, Yenny Wahid berharap bahwa rakyat akan tetap kritis dan terus memperjuangkan hak-hak demokratis mereka, serta mendorong para penguasa untuk bertindak dengan integritas dan tanggung jawab yang lebih besar.
(N/014)
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Minggu, 31 Mei 2026, terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan perd
EKONOMI
SORONG Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan seluruh ana
PENDIDIKAN
JAKARTA Banyak orang kerap bertanya mengapa seseorang tetap bertahan dalam aktivitas judi online (judol) meski telah mengalami kerugian
KESEHATAN
JAKARTA Firma riset pasar teknologi Counterpoint Research merilis daftar 10 smartphone terlaris di dunia selama kuartal pertama 2026. Ha
SAINS DAN TEKNOLOGI
BANDA ACEH Polresta Banda Aceh melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) menggelar sosialisasi penerapan UndangUndang Nomor 20 Tahun
NASIONAL
OlehDony KarnoDI negeri yang begitu sering berbicara tentang persatuan, ada satu ironi yang diamdiam tumbuh seperti lumut di dinding keban
OPINI
OlehKamrussamadPADA hari raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi yan
OPINI
JAKARTA Dalam ajaran Islam, rezeki tidak hanya diukur dari jumlah harta atau besarnya penghasilan yang dimiliki seseorang. Lebih dari it
AGAMA
JAKARTA Tabel angsuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 untuk pinjaman Rp100 juta menjadi salah satu informasi yang banyak dicari pela
EKONOMI
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Bali pada Minggu, 31 Mei 2026. Secara um
NASIONAL