BREAKING NEWS
Minggu, 31 Mei 2026

Mahfud MD Soroti Pengunduran Airlangga Hartarto dari Kursi Ketua Umum Partai Golkar

BITVonline.com - Kamis, 15 Agustus 2024 08:51 WIB
Mahfud MD Soroti Pengunduran Airlangga Hartarto dari Kursi Ketua Umum Partai Golkar
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

yogyakarta -Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkapkan kekagumannya sekaligus keprihatinannya atas pengunduran mendadak Airlangga Hartarto dari posisi Ketua Umum Partai Golkar, meskipun Airlangga telah sukses mendongkrak suara partai dalam Pemilu 2024. Mahfud mengemukakan pandangannya dalam sebuah kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu (14/8/2024).

Kejutan Pengunduran Diri Airlangga Hartarto

Mahfud MD mengungkapkan bahwa keputusan Airlangga untuk mengundurkan diri dari jabatan ketua umum Golkar merupakan sebuah kejutan besar. Menurut Mahfud, Airlangga seharusnya masih menjabat hingga Desember 2024, tetapi ia dipaksa untuk mundur lebih awal dari masa jabatannya. “Satu periode yang sekarang aja enggak habis udah dijatuhkan,” kata Mahfud, menandakan betapa mendalamnya ketidakpastian politik yang melingkupi situasi ini.

Mahfud juga mencatat bahwa selama masa kepemimpinan Airlangga, Partai Golkar mengalami kemajuan signifikan. “Airlangga hebat, Golkar dibawa dia naik, presiden di bawah dukungan Airlangga naik, Golkarnya kursinya naik,” ungkap Mahfud. Ia juga menambahkan, meskipun Airlangga memiliki rekam jejak yang solid dan sukses di bawah kepemimpinannya, ia justru menghadapi kenyataan pahit dengan mengundurkan diri secara mendadak. “Ini calon menteri utama unggulan, partainya besar, pemilunya sukses, malamnya jatuh. Ada apa?” ujar Mahfud, menekankan ketidakjelasan di balik keputusan tersebut.

Spekulasi dan Misteri di Balik Pengunduran Diri

Mahfud MD memilih untuk tidak memberikan jawaban pasti terkait penyebab pengunduran Airlangga, meskipun berbagai spekulasi beredar. Ketika ditanya apakah mundurnya Airlangga terkait dengan intervensi eksternal atau masalah internal partai, Mahfud hanya menyatakan bahwa hal tersebut akan terjawab setelah Musyawarah Nasional (Munas) yang akan diadakan pada 20 Agustus 2024.

“Saya tidak tahu, apakah itu intervensi dari Pak Jokowi, atau itu sebenarnya ada orang-orang nakal mengatasnamakan Pak Jokowi, atau memang ada konflik internal. Karena politik itu kepentingan, nah itu semua akan terjawab dari tiga alternatif itu, akan terjawab nanti sesudah munaslub atau munas yang dipercepat, yang konon di akhir Agustus,” kata Mahfud.

Mahfud menekankan bahwa dinamika politik sering kali bersifat sangat berubah-ubah. Ia mengingatkan bahwa peristiwa seperti ini menunjukkan bagaimana situasi politik dapat berubah drastis dalam waktu yang sangat singkat.

Pernyataan Presiden Jokowi dan Langkah Berikutnya

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi isu mengenai keterlibatannya dalam pengunduran diri Airlangga Hartarto. Jokowi membantah tudingan yang menyebutkan bahwa dirinya terlibat dalam keputusan tersebut. “Urusan pak Airlangga itu urusan internal partai. Jadi partai itu ada proses, ada mekanisme, silakan ditanyakan kepada Golkar, kepada pak Airlangga,” ungkap Jokowi.

Sebagai tindak lanjut dari pengunduran Airlangga, Partai Golkar telah menunjuk Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum. Pengangkatan Agus Gumiwang sebagai Plt Ketua Umum diumumkan dalam rapat pleno semalam. DPP Golkar juga telah memutuskan untuk menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional (Munas) untuk memilih ketua umum definitif pada 20 Agustus 2024 mendatang.

Kesimpulan dan Harapan

Pengunduran Airlangga Hartarto dari kursi Ketua Umum Golkar menggambarkan dinamika politik internal partai yang penuh ketidakpastian. Meskipun Airlangga berhasil membawa Golkar meraih prestasi baik dalam Pemilu 2024, situasi ini menunjukkan bahwa bahkan pemimpin dengan catatan sukses pun dapat menghadapi tantangan yang tak terduga dalam dunia politik.

Dengan adanya Rapimnas dan Munas yang dijadwalkan pada akhir Agustus, diharapkan akan ada kejelasan lebih lanjut mengenai kepemimpinan Partai Golkar ke depan serta dampak dari pengunduran diri Airlangga terhadap struktur dan arah kebijakan partai.

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru