Cuma 2 dari 34 Kanwil Capai Target di 2025, Purbaya Yakin Tahun Ini Jauh Lebih Baik
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
SUMATERA SELATAN -Kegaduhan terkait proses rekapitulasi suara Pilpres 2024 masih menyala, dan kali ini pusat perhatian adalah Sumatera Selatan (Sumsel). Ketika semua mata tertuju pada formulir D hasil tingkat provinsi, sebuah kekosongan mengejutkan muncul: tanda tangan saksi pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud Md, tidak terdapat di dokumen tersebut. Meski demikian, KPU dengan tegas menyatakan bahwa hasil rekapitulasi suara tersebut tetap sah.
Anggota KPU RI, August Mellaz, menegaskan bahwa dokumen-dokumen autentik seperti formulir C dan D hasil menjadi bukti yang cukup untuk mengesahkan hasil rekapitulasi. “Iya dong (tetap sah),” ungkap Mellaz dengan yakin. Meskipun ada kekosongan tanda tangan, tetapi keberadaan formulir C dan D hasil memberikan kepastian atas keabsahan proses tersebut.
Namun, alasan di balik keputusan saksi paslon nomor urut 1 dan nomor urut 3 untuk tidak menandatangani formulir tersebut menarik untuk disimak. Menurut Ketua KPU Sumsel, Andika Pranata Jaya, saksi paslon nomor urut 1 menilai pencalonan Gibran Rakabuming Raka tidak sah, yang kemudian menjadi alasan utama mereka menolak menandatangani dokumen tersebut. Sementara saksi paslon nomor urut 3, merasa keberatan dengan proses Pilpres 2024 secara keseluruhan, menyebutnya sebagai rekayasa hukum dan tidak demokratis.
Meskipun demikian, laporan keberatan dari kedua kubu tersebut ditolak oleh Bawaslu karena dianggap tidak memenuhi syarat. Keputusan ini kemudian membuka ruang untuk kontroversi yang lebih dalam terkait transparansi dan keadilan dalam pelaksanaan proses pemilu.
Kisruh ini memberikan cerminan yang mendalam tentang dinamika demokrasi Indonesia. Ketidakpuasan dan ketidakpercayaan terhadap proses pemilu tidaklah jarang terjadi, dan menjadi panggilan bagi lembaga penyelenggara pemilu untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Hanya dengan memperbaiki dan memperkuat fondasi demokrasi, kita dapat melangkah maju sebagai bangsa yang lebih matang dan kuat.
(K/09)
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA
MEDAN Seorang pria bernama Fahrul Rozi (39) ditangkap personel Polrestabes Medan usai mencuri laptop milik Dedy David Napitupulu di dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menyampaikan progres pembangunan kawasan Nusantara, khususnya proyek ka
EKONOMI
SUMENEP Kepanikan melanda ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 saat api membakar kapal di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep. Dalam k
PERISTIWA
JAKARTA Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 rute SurabayaMakassar dilaporkan terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur. Para penumpang tamp
PERISTIWA
ACEH BESAR Keindahan Pantai Babah Kuala Mon Ikeun di Aceh Besar berhasil memikat hati para wisatawan yang berkunjung. Deburan ombak yang b
PARIWISATA