KontraS Soroti Minim Transparansi, Ragu Peradilan Militer Ungkap Motif Penyiraman Air Keras
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meragukan proses peradilan militer mampu mengungkap motif di balik kasus pen
HUKUM DAN KRIMINAL
KUALA LUMPUR – World Trade Center (WTC) Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi saksi dari antusiasme yang menggema dari para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri untuk menyalurkan hak suara mereka dalam momen penting pemilihan umum. Namun, kekacauan terjadi ketika Lembaga Pemerhati Masalah Buruh Migran, Migrant Care, melaporkan bahwa jumlah pemilih yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) melonjak tajam.
Meskipun Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur menyatakan bahwa situasi di lokasi pemungutan suara berjalan dengan aman dan terkendali, laporan Migrant Care menyoroti kekhawatiran tentang jumlah pemilih non-DPT yang membeludak. Puji, seorang pengamat yang hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa antusiasme para WNI sudah terasa sejak pagi hari. Mereka telah berkumpul di WTC sejak Minggu (11/2),pukul 07.00 WIB, dan proses pencoblosan dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
PPLN Kuala Lumpur juga telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa proses pemungutan suara berjalan lancar, dengan menyediakan jalur prioritas bagi warga lanjut usia, disabilitas, ibu hamil, dan WNI yang membawa anak-anak. Namun, meskipun upaya tersebut dilakukan, jumlah pemilih non-DPT masih mengalami lonjakan yang signifikan.
Penjelasan lebih lanjut dari Puji mengungkapkan bahwa banyak dari pemilih non-DPT berasal dari Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), yang merupakan pemilih yang sebelumnya telah terdaftar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) lain namun tidak dapat melakukan pencoblosan di TPS yang seharusnya. Hal ini menyebabkan mereka mencari TPS lain untuk menyalurkan hak suara mereka.
Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, yang juga turut serta dalam tim pemantau pemilihan umum di luar negeri, memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang situasi di WTC Kuala Lumpur. Wahyu menjelaskan bahwa ada dua lantai WTC yang digunakan sebagai TPS, yakni lantai 3 dan 4, untuk menampung antusiasme dari para WNI yang ingin berpartisipasi dalam proses demokrasi ini.
Namun, meskipun upaya telah dilakukan untuk menyediakan fasilitas dan ruang yang cukup bagi para pemilih, lonjakan jumlah pemilih non-DPT menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang perlu diatasi dalam mengelola proses pemilihan umum di luar negeri. Diperlukan upaya lebih lanjut untuk memastikan bahwa semua pemilih dapat melakukan pencoblosan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, sehingga integritas dan kepercayaan dalam proses demokrasi dapat tetap terjaga.
(A/08)
JAKARTA Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan meragukan proses peradilan militer mampu mengungkap motif di balik kasus pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar digital forensik Rismon Sianipar angkat bicara terkait laporan yang dilayangkan Wakil Presiden ke10 dan 12 RI Jusuf Kalla k
POLITIK
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal MV Gol
INTERNASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyaksikan langsung ajang Sprint Rally Sumut 2026 yang menjadi seri pembuka Kejuaraan Nasi
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk lebih bangga terhadap budaya Indonesia dan tidak merasa rendah diri terhada
POLITIK
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa progres uji coba program biodiesel 50 persen (
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai digitalisasi dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dapat menjadi s
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono buka suara terkait namanya yang disebutsebut menguat sebagai calon Ketua Umum Ikatan Pencak Silat
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong agar aspek kesehatan mental menjadi bagian inti dalam kurikulum pendidikan nasional
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap perjalanan panjang pencak silat yang kini menjadi identitas bangsa dan semakin dikenal dun
SENI DAN BUDAYA